proposal skripsiku

April 17, 2009

PROPOSAL SKRIPSI

PERANCANGAN DAN PEMBUATAN
ALAT PENGHEMAT ENERGI PADA MOTOR KAPASITOR

Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan
Memperoleh Gelar Sarjana Teknik

Disusun Oleh:
SUBHAN FAJRI
NIM. 0510630098

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2009

I. JUDUL
Perancangan dan Pembuatan Alat Penghemat Energi pada Motor Kapasitor

II. LATAR BELAKANG
Motor induksi merupakan jenis motor yang paling banyak digunakan baik dalam industri maupun dalam rumah tangga. Namun motor ini tidak selalu bekerja pada beban penuh, misalkan di industri yang bebannya selalu berubah. Hal ini akan memperburuk kinerja dari motor induksi itu sendiri, salah satunya adalah turunnya faktor daya dan efisiensi motor induksi tersebut.
Namun disamping dari kekurangan motor induksi tersebut, masih bisa diambil manfaatnya yaitu bisa dilakukan penghematan energi dengan mengatur besarnya tegangan masukannya yang sesuai dengan besarnya beban yang nantinya juga akan berpengaruh terhadap besarnya faktor daya dari motor induksi itu sendiri.
Dengan latar belakang tersebut dan diiringi oleh kemajuan dibidang elektronika daya dan mikrokontroler maka motor induksi dapat diatur besar tegangan masukannya dengan pengaturan sudut penyalaan triac yang diatur secara otomatis melalui mikrokontroller, sehingga motor bisa mendapat tegangan sesuai dengan kebutuhan beban dan penghematan energi dapat tercapai.

III. RUMUSAN MASALAH
Sesuai dengan latar belakang yang ada, perencanaan ini ditekankan pada :
1. Bagaimana hubungan antara perubahan beban dengan kebutuhan tegangan masukan pada motor induksi.
2. Apakah dengan pengurangan tegangan masukan motor induksi saat bebannya berkurang bisa dilakukan penghematan energi.
3. Bagaimana merancang alat yang dapat menghemat energi pada motor kapasitor yang berbeban rendah menggunakan pengaturan sudut penyalaan TRIAC yang dikontrol dengan mikrokontroller.

IV. RUANG LINGKUP
Mengacu pada permasalahan yang ada maka pada tugas akhir ini dibatasi pada:
1. Perancangan dan pembuatan alat penghemat energi ini dikhususkan untuk motor kapasitor.
2. Beban yang digunakan untuk pengujian adalah berupa breaker yang ada di laboratorium elektronika daya.
3. Parameter keberhasilan alat adalah :
a. Mikrokontroller bisa mengatur sudut penyalaan triac
b. Bisa mengatur tegangan masukan motor secara otomatis saat beban berubah.

V. TUJUAN
Skripsi ini bertujuan untuk merancang dan membuat alat penghemat energi motor induksi dengan mengatur besarnya tegangan masukan motor dengan pengaturan sudut penyalaan triac secara otomatis dengan menggunakan mikrokontroler.

VI. TINJAUAN PUSTAKA
Dengan kemajuan dibidang elektronika daya dan mikrokontroler maka motor induksi dapat diatur besarnya tegangan masukannya sesuai dengan besarnya beban. Cara yang bisa dilakukan adalah dengan mengatur besarnya sudut penyalaan TRIAC yang akan dikontrol secara otomatis dengan menggunakan mikrokontroller, sehingga motor dapat mendapat tegangan sesuai dengan kebutuhan beban.
Untuk memudahkan dalam memahami cara kerja sistem maupun dasar-dasar perancangan alat ini, maka dibutuhkan penjelasan dan uraian teori penunjang yang digunakan dalam penulisan proposal skripsi ini. Berikut ini merupakan penjelasan dari teori-teori penunjang yang digunakan dalam perancangan.

6.1 Motor kapasitor
Motor kapasitor ini menggunakan kapasitor pada saat startnya yang dipasang secara seri terhadap kumparan bantu. Motor kapasitor ini umumnya digunakan pada kipas angin, kompresor pada kulkas (lemari es), motor pompa air, dan sebagainya. Pada lemari es umumnya memakai rele sebagai saklar sentrifugalnya. Berdasarkan penggunaan kapasitor pada motor kapasitor, maka motor kapasitor ini dapat dibagi dalam hal sebagai berikut di bawah ini.
1. Motor kapasitor start (capacitor start motor)
Pada motor kapasitor, pergeseran fase antara arus kumparan utama (Iu) dan arus kumparan bantu (Ib) didapatkan dengan memasang sebuah kapasitor yang dipasang seri terhadap kumparan bantunya seperti yang diperlihatkan pada gambar 1

Gambar 1 Bagan rangkaian motor kapasitor dan diagram vektor Iu dan Ib

Kapasitor yang digunakan pada umumnya adalah kapasior elektrolik yang pemasangannya tidak permanen pada motor (sebagai bagian yang dapat dipisahkan). Kapasitor start direncanakan khususnya untuk waktu pemakaian yang singkat, sekitar 3 detik, dan tiap jam hanya 20 kali pemakaian. Bila saat start dan setelah putaran motor mencapai 75% dari kecepatan penuh, saklar sentrifugal (CS) otomatis akan terbuka untuk memutuskan kapasitor dari rangkaian, sehingga yang tinggal selanjutnya hanya kumparan utama saja.. Pada sebahagian motor ini ada yang menggunaan rele sebagai saklar sentifugalnya. Ada 2 bentuk pemasangan rele yang biasa digunakan yaitu penggunaan rele arus dan rele tegangan seperti yang diperlihatkan pada gambar 2 dan gambar 3.

Gambar 2 Bentuk penggunaan rele arus dalam rangkaian

Arus start yang dihasilkan pada gambar 2 cukup besar sehingga medan magnet yang dihasilkan oleh rele sanggup untuk menarik kontak NO (normally open) menjadi menutup (berhubungan), setelah motor berjalan dan mencapai kecepatan 75% kecepatan nominalnya, maka arus motor sudah turun menjadi kecil kontak NO yang terhubung tadi terlepas kembali karena medan magnet yang dihasilkan tidak sanggup untuk menarik kontak NO sehingga kapasitor dilepaskan lagi dari rangkaian.

Gambar 3 Bentuk penggunaan rele tegangan dalam rangkaian

Tegangan awal saat start yang dihasilkan pada rele gambar 3 masih kecil sehingga medan magnet yang dihasilkan oleh rele tidak sanggup untuk menarik kontak NC (normally close) menjadi terbuka (memisah), setelah motor berjalan dan mencapai kecepatan 75% kecepatan nominalnya, maka tegangan pada rele sudah naik menjadi normal sehingga kontak NC yang terlepas tadi terhubung karena medan magnet yang dihasilkan rele sanggup untuk menarik kontak NC menjadi terbuka sehingga kapasitor dilepaskan lagi dari rangkaian.
Disamping itu, penggunaan kapasitor start pada motor kapasitor dapat divariasikan misalnya dengan tegangan tegangan ganda seperti yang diperlihatkan pada gambar 4.

Gambar 4 Motor kapasitor start tegangan ganda, putaran satu arah.
Untuk penggunaan tegangan rendah pada gambar 4, kumparan utama I dan kumparan utama II diparalel dengan cara terminal 1 dikopel dengan 3, terminal 2 dikopel dengan 4, kemudian terminal 1 dan 2 diberikan untuk sumber tegangan. Untuk tegangan tingginya, kumparan utama I dan kumparan utama II dihubungkan secara seri, kemudian terminal 1 dikopel dengan 4 dan terminal 3 dan 2 untuk sumber tegangan.
Motor kapasitor start yang sederhana juga dapat diperlengkapi dengan pengaturan kecepatan dan pembalik arah putaran seperti yang diperlihatkan pada contoh berikut di bawah ini.
a. Motor kapasitor start dengan 3 ujung dengan arah putaran yang dapat dibalik (three leads reversible capacitor start motor) diperlihatkan pada gambar 5.

Gambar 5 Motor kapasitor start dengan 3 ujung dengan pembalik arah putaran

b. Motor kapasitor start 2 kecepatan seperti yang diperlihatkan pada gambar 6.

Gambar 6 Motor kapasitor start 2 kecepatan.

Bila saklar diatur pada posisi low pada gambar 3.20, motor berputar lambat, sedangkan bila saklar diatur pada posisi high, motor berputar lebih cepat, karena kumparan cepat (high run) mempunyai jumlah kutub sedikit sedangkan kumparan lambat (low run) mempunyai jumlah kutub yang lebih banyak.
c. Motor kapasitor start dengan 2 kumparan dan menggunakan 2 buah kapasitor seperti yang diperlihatkan pada gambar 7.

Gambar 7 Motor kapasitor start dengan 2 kecepatan dan menggunakan 2 buah kapasitor.

2. Motor kapasitor start dan jalan (capacitor start-capacitor run motor).
Pada dasarnya motor ini sama dengan capasitor start motor, hanya saja pada motor jenis ini kumparan bantunya mempunyai 2 macam kapasitor dan salah satu kapasitornya selalu dihubungkan dengan sumber tegangan (tanpa saklar otomatis). Motor ini menggunakan nilai kapasitansi yang berbeda untuk kondisi start dan jalan. Dalam susunan pensaklaran yang biasa, kapasitor start yang seri dengan saklar start dihubungkan secara paralel dengan kapasitor jalan dan kapasitor yang diparalelkan itu diserikan dengan kumparan bantu.
Penggunaan kapasitor start dan jalan yang terpisah memungkinkan perancangan motor memilih ukuran optimum masing-masing, yang menghasilkan kopel start yang sangat baik dan prestasi jalan yang baik. Tipe kapasitor yang digunakan pada motor kapasitor ini adalah tipe elektrolit dan tipe berisi minyak. Rancangan motor ini biasanya hanya digunakan untuk penggunaan motor satu fasa yang lebih besar dimana khususnya diperlukan untuk kopel start yang tinggi. Keuntungan dari motor jenis ini adalah :
1. Mempertinggi kemampuan motor dari beban lebih.
2. Memperbesar cos  (faktor daya).
3. Memperbesar torsi start,
4. Motor bekerja lebih baik (putaran motor halus).
Motor jenis ini bekerja dengan menggunakan kapasitor dengan nilai yang tinggi (besar) pada saat startnya, dan setelah rotor berputar mencapai kecepatan 75% dari kecepatan nominalnya, maka kapasitor startnya dilepas dan selanjutnya motor bekerja dengan menggunakan kapasitor jalan dengan nilai kapasitor yang lebih rendah (kapasitas kecil) agar motor dapat bekerja dengan lebih baik. Bentuk gambaran motor jenis ini diperlihatkan pada gambar 8. Pertukaran harga kapasitor dapat dicapai dengan dua cara sebagai berikut.
a) Dengan menggunakan dua kapasitor yang dihubungkan secara paralel pada rangkaian bantu, kemudian setelah saklar otomatis bekerja maka hanya sebuah kapasitor yang terhubung secara seri dengan kumparan bantu (gambar 8a)
b) Dengan memasang sebuah kapasitor yang dipasang secara paralel dengan ototransformator step up (gambar 8b).

a) b)
Gambar 8 Cara mendapatkan pertukaran harga kapasitor

3. Motor kapasitor jalan (capacitor run motor).
Motor ini mempunyai kumparan bantu yang disambung secara seri dengan sebuah kapasitor yang terpasang secara permanen pada rangkaian motor. Kapasitor ini selalu berada dalam rangkaian motor, baik pada waktu start maupun jalan, sehingga motor ini tidak memerlukan saklar otomatis. Oleh karena kapasitor yang digunakan tersebut selalu dipakai baik pada waktu start maupun pada waktu jalan maka harus digunakan kapasitor yang memenuhi syarat tersebut yaitu kapasitor yang berjenis kondensator minyak, atau kondensator kertas minyak. Pada umumnya kapasitor yang digunakan berkisar antara 2 sampai 20 F, bentuk hubungannya pada rangkaian motor diperlihatkan pada gambar 9 dengan jenis dua arah putaran.

Gambar 9 Motor kapasitor jalan yang bekerja dengan 2 arah putaran (maju dan mudur) dengan kumparan utama sama dengan kumparan bantu.

Pada gambar 9, waktu putaran kanan, kumparan A diseri dengan kapasitor dan kumparan B bertindak sebagai kumparan utama, sedangkan pada waktu putaran kiri, kumparan B diseri dengan kapasitor dan berfungsi sebagai kumparan bantu, sehingga kumparan A sekarang berfungsi sebagai kumparan utama. Selanjutnya pada gambar 10 diperlihatkan contoh penerapan motor kapasitor jalan yang dapat diatur kecepatannya yang biasa diterapkan pada kipas angin.

Gambar 10 Motor kapasitor jalan (permanen) dengan 2 kecepatan.

6.2 TRIAC
Triac dapat bersifat konduktif dalam dua arah dan biasa digunakan untuk pengendali fasa ac. Hal ini dapat dianggap sebagai dua buah SCR yang tersambung antipararel dengan koneksi gerbang seperti gambar 11.

Gambar11. Simbol TRIAC dan Ekivalensi

Kerena TRIAC merupakan komponen bidirectional, terminalnya tidak dapat ditentukan sebagai anoda/katode. Jika terminal MT2 positif terhadap MT1. TRIAC dapat dimatikan dengan memberikan sinyal gerbang positif antara gerbang G dan MT1. Jika terminal MT2 negatif terhadap MT1, maka TRIAC dapat dihidupkan dengan memberikan sinyal pulsa negatif antara gerbang dan terminal MT1. Tidak perlu untuk memiliki kedua sinyal gerbang positif dan negatif dan TRIAC dapat dihidupkan baik oleh sinyalgerbang positif maupun negatif. Dalam prakteknya sensitivitas berfariasi antara satu kuadran dengan kuadran lain, dan TRIAC biasanya beroperasi dikuadran I atau kuadran III.

6.4 Pengatur Tegangan Arus Bolak Balik Satu Fasa
Teknik pengontrolan fasa memberikan kemudahan dalam sistem pengendalian AC. Pengendali tegangan saluran AC digunakan untuk mengubah-ubah harga rms tegangan AC yang dicatukan ke beban dengan menggunakan Thyristor sebagai sakelar.
Penggunaan alat ini antara lain, meliputi:
– Kontrol penerangan
– Kontrol alat-alat pemanas
– Kontrol kecepatan motor induksi
Rangkaian pengendalian dapat dilakukan dengan menggunakan dua-Thyristor yang dirangkai antiparalel lihat Gambar 13 (a) atau menggunakan Triac lihat Gambar 13 (b).

a). Thrystor Anti Paralel

b). TRIAC

Gambar 13 : Bentuk dasar pengendali tegangan AC
Penggunaan dua Thyristor antiparalel memberikan pendalian tegangan AC secara simetris pada kedua setengah gelombang pertama dan setengah gelombang berikutnya. Penggunaan Triac merupakan cara yang paling simpel, efisien, dan handal. Triac merupakan komponen dua-arah sehingga untuk mengendalikan tegangan AC pada kedua setengah gelombang cukup dengan satu pulsa trigger. Barangkali inilah yang membuat rangkaian pengendalian jenis ini sangat popular di masyarakat. Keterbatasannya terletak pada kapasitasnya yang masih terbatas dibandingkan bila menggunakan Thyristor. Dari Gambar 13 jika tegangan sinusoidal dimasukkan pada rangkaian seperti pada gambar, maka pada setengah gelombang pertama Thyristor Q1 mendapat bias maju, dan Q2 dalam keadaan sebaliknya. Kemudian pada setengah gelombang berikutnya, Q2 mendapat bias maju, sedangkan Q1 bias mundur. Agar rangkaian dapat bekerja, ketika pada setengah gelombang pertama Q1 harus diberi sinyal penyalaan pada gatenya dengan sudut penyalaan, misalnya α. Seketika itu Q1 akan konduksi. Q1 akan tetap konduksi sampai terjadi perubahan arah (komutasi), yaitu tegangan menuju nol dan negatif. Setelah itu, pada setengah periode berikutnya, Q2 diberi trigger dengan sudut yang sama, proses yang terjadi sama persis dengan yang pertama. Dengan demikian bentuk gelombang keluaran seperti yang ditunjukkan pada gambar.

6.5 Trafo (Transformator)
Kata “Transformator” berasal dari kata “Transformasi” yang berarti “Perubahan”. Transformator atau biasa disingkat dengan kata Trafo adalah suatu peralatan listrik yang tidak berputar tetapi meneruskan tenaga listrik dari satu rangkaian ke rangkaian lain dengan frekuensi yang sama dan tegangan yang berubah melalui rangkaian magnetik (sirkuit magnetik). Gambar 14 menunjukkan skema konversi energi trafo.

Energi Listrik Energi Listrik
Trafo

Gambar 14. Skema Konversi Energi Trafo

Trafo pada sistem tenaga listrik disebut Trafo Tenaga. Trafo tenaga dibedakan menjadi 2 macam, yaitu :
1. Step up transformer atau trafo penaik tegangan
Berfungsi untuk menaikkan tegangan pusat pembangkit menjadi tegangan tinggi untuk ditransmisikan.
2. Step down transformer atau trafo penurun tegangan
Berfungsi untuk menurunkan tegangan saluran transmisi ke tegangan yang lebih rendah
Disamping dikenal pula transformasi distribusi untuk merubah tegangan distribusi primer ke tegangan distribusi sekunder untuk didistribusikan ke konsumen.
Transformator dapat digunakan sebagai berikut :
• Untuk menyesuaikan tegangan setempat dengan tegangan pada peralatan listrik
• Untuk melakukan pengukuran dari besaran listrik. Trafo yang dipergunakan untuk mengadakan pengukuran besaran listrik disebut trafo instrumen atau trafo pengukuran. Trafo instrumen dibedakan menjadi dua, yaitu : trafo tegangan digunakan untuk voltmeter, trafo arus digunakan untuk amperemeter.
• Dalam bidang elektronika, trafo digunakan : sebagai gandengan impedansi antara sumber dan beban, untuk memindahkan satu rangkaian dari rangkaian yang lain, untuk menghambat arus searah sambil tetap melakukan arus bolak-balik antara rangkaian.

6.5 Mikrokontroler ATMEGA8
Mikrokontroler ATMEGA8 yang diproduksi oleh ATMEL Company Amerika Serikat merupakan salah satu anggota keluarga dari jenis AVR (AIF-Egil Bogen, Vegard Wollan, RISC microcontroller). IC jenis ini berorientasi pada kontrol 8 bit yang dapat diprogram ulang dengan daya rendah. Mikrokontroler ini dalam satu siklus waktu mampu mengeksekusi instruksi hingga mencapai 1 MIPS (million instruction per secon) per MHz. Mikrokontroler ATMEGA8 mempunyai karakteristik utama sebagai berikut:
 Mikrokontroler 8 bit dengan performansi tinggi dan daya rendah
 Nonvolatile memori program dan data
 Sistem self-programable flash 8 Kbyte
 EEPROM sebesar 512 byte, dan 1Kbyte SRAM internal
 23 saluran I/O dan 32 general purpose register.
 Dua timer/counter 8 bit dengan prescaller terpisah, satu mode pembanding (compare mode)
 Satu buah timer/counter 16 bit dengan prescaller terpisah, mode pembanding dan perekam (capture)
 Internal dan eksternal interupt.
 WDT (Watch Dog Timer) dengan oscilator internal
 RTC dengan oscillator terpisah
 Tiga buah pin PWM
 Enam buah pin ADC dengan ketepatan sebesar 10 bit
 USART (Universal Syncronous and Asyncronous Receiver Transmitter)
Konfigurasi pin mikrokontroler ATMEGA8 dapat dilihat dalam Gambar 15.

Gambar 15 Konfigurasi pin ATMEGA8
Sumber : ATMEGA8 Data sheet , 2006
6.5.1 Struktur dan Operasi Port
Mikrokontroler ATMEGA8 ini mempunyai 3 buah port, dua buah port memiliki 8 buah jalur I/O dan sebuah port dengan 7 jalur I/O. Beberapa karakteristik port mikrokontroler ATMEGA8 dijelaskan secara singkat berikut ini:
 Unit I/O dapat dialamati perjalur atau per port.
 Setiap jalur I/O memiliki buffer, penahan (latch), kemudi input dan kemudi output.
 Setiap jalur I/O terdapat register pengatur apakah dijadikan input atau dijadikan output.
 Port B adalah I/O bi-directional 8 bit dengan resistor pull-up internal. Sebagai masukan, pin port B yang diberi pull-low secara eksternal akan mengalirkan arus bila resistor pull-up diaktifkan. Port B juga memiliki fungsi khusus, seperti yang terlihat dalam tabel 1 berikut:

Tabel 1. Fungsi khusus Port B

Sumber : ATMEGA8 Data sheet , 2006

 Port C adalah I/O bi-directional 7 bit dengan resistor pull-up internal. Sebagai masukan, pin port C yang diberi pull-low secara eksternal akan mengalirkan arus bila resistor pull-up diaktifkan. Port C juga memiliki fungsi khusus, seperti yang terlihat dalam tabel 2 berikut:
Tabel 2. Fungsi khusus Port C

Sumber : ATMEGA8 Data sheet , 2006
 Port D adalah I/O bi-directional 8 bit dengan resistor pull-up internal. Sebagai masukan, pin port D yang diberi pull-low secara eksternal akan mengalirkan arus bila resistor pull-up diaktifkan. Port D juga memiliki fungsi khusus, seperti yang terlihat dalam tabel 3 berikut:

Tabel 3. Fungsi khusus Port D

Sumber : ATMEGA8 Data sheet , 2006
6.5.2 Sistem interupt
Mikrokontroller ATMEGA8 memiliki 19 alamat vektor interupt dimana nomor urut dari vector interupt tadi menyatakan prioritas dari tinterupt tersebut. Alamat vector interupt dari mikrokontroller ATMEGA8 dapat dilihat dalam tabel 4.

Tabel 4. Alamat vector interupt dari ATMEGA8

Sumber : ATMEGA8 Data sheet , 2006
6.6 Zero Crossing Detector
Zero Crossing Detector berfungsi untuk mengetahui kapan sinyal tegangan masukan pada mikrokontroler bernilai nol. Hardware pemroses sinyal menggunakan dasar zero cross detektor pada mikrokontroler ATMega8535. Rangkaian zero crossing detector ditunjukkan dalam Gambar 16.

Gambar 16 Gambar Schematic Zero Cross Detector

Untuk melindungi Mikrokontroler dari tegangan diatas VCC dan dibawah GND, Mikrokontroler mempunyai dioda clamping internal pada pin I/O (lihat gambar 10). Dioda tersebut terhubung dari pin ke VCC dan GND, yang berfungsi menjaga semua sinyal masukan sesuai dengan tegangan operasi dari mikrokontroler. Semua tegangan yang lebih besar dari V + 0,5V akan dipaksa turun sampai tegangan V + 0,5V (0,5 adalah jatuh tegangan pada dioda). Dan semua tegangan dibawah GND – 0,5V akan dipaksa naik sampai tegangan GND – 0,5V.
Dengan menambahkan sebuah resistor seri yang besar, dioda tersebut dapat digu nakan untuk mengubah sebuah sinyal sinusoida tegangan tinggi menjadi sebuah sinyal kotak tegangan rendah. Dengan amplitudo tegangan yang sesuai dengan tegangan operasional mikrokontroler. Karena dioda tersebut menyesuaikan tegangan tinggi masukan menjadi tegangan operasional mikrokontroler.
Sinyal kotak tegangan rendah sefase dengan sinyal sinusoida tegangan AC, dengan mendeteksi tepi turun akan dapat menunjukkan secara akurat kapan zero cross itu terjadi. Dengan menggunakan sinyal tersebut mikrokotroler dapat menjadi pendeteksi zero cross yang akurat dengan kode pemrograman yang singkat dan berbasiskan interupsi. Sinyal kotak sebenarnya adalah sinyal sinsoida AC dengan puncak positifnya terpotong pada tegangan VCC + 0,5V dan VCC – 0,5V seperti ditunjukkan dalam Gambar 18.
Sinyal kotak tersebut terhubung dengan pin interupsi eksternal dari mikrokontroler sehingga memungkinkan untuk meletakkan rutin deteksi zero cross dalam rutin interupsi. Sinyal masukan sebenarnya ditunjukkan dalam Gambar 17.
Gambar 17 Sinyal kotak sebagai masukan interupsi eksternal
mikrokontroler

Gambar 18 Gambar tampilan osiloscope sinyal kotak masukan interupsi eksternal mikrokontroler

Dengan terdeteksinya sebuah zero cross (terjadi interupsi eksternal pada mikrokontroler) maka dapat diketahui adanya sebuah satu siklus gelombang yang terjadi. Karena interval antara terjadinya zero cross (ditandai dengan sebuah interupsi eksternal) sama dengan periode dari satu buah gelombang sinusoida masukan.
6.7 Sensor Arus (Konverter Arus ke Tegangan)

Sensor arus (konverter arus ke tegangan) pada pengaturan motor ini berfungsi untuk mendapatkan nilai besaran arus yang mengalir secara akurat yang akan dibaca oleh mikrokontroller. Sensor yang digunakan berupa resistor dengan nilai resistansi kecil agar tidak membebani sistem.
Apabila menggunakan resistor 1 Ω sebagai sensor arus, maka tegangan yang terdapat pada resistor tersebut dapat dicari melalui persamaan:
V1 = R1 x i
Pada batas seting arus yaitu sebesar 0,5 A, nilai tegangan keluarannya adalah
V1 = 1 Ω x 0,5 A = 0,5 volt
Sehingga range tegangan resistor tersebut pada batas seting arus mempunyai nilai berkisar antara –0,5 s/d 0,5 volt untuk berbagai macam variasi beban.
Sedangkan besarnya disipasi daya resistor (PR1) pada batas seting arus dapat dihitung dengan menggunakan persamaan:
PR1 =
PR1 = = 0,25 W
Dengan nilai disipasi daya sebesar 0,25 W pada batas seting arus, sensor arus ini dapat dianggap tidak membebani sistem. Berdasarkan pilihan jenis resistor yang terdapat dipasaran, dipilih resistor dengan nilai 1Ω/5W.

VII. METODE PENELITIAN

7.1. Obyek penelitian
Obyek penelitian pada skripsi ini adalah perancangan dan pembuatan alat penghematan energi motor kapasitor dengan pengaturan sudut penyalaan triac yang dikontrol otomatis oleh mikrokontroler .
7.2. Studi Literatur
Studi literatur yang diperlukan berkaitan dengan hal-hal :
• Motor kapsitor
• TRIAC
• Mikrokontroler ATmega8
• Sensor arus

7.3 Perancangan Alat
7.3.1. Perancangan Perangkat Keras
Agar Perancangan alat ini bisa sistematis maka dilaksanakan berdasarkan blok diagram dalam Gambar 19.

Gambar 19 Diagram Blok Sistem
Fungsi dari blok di atas adalah sebagai berikut:
– Sensor arus berfungsi untuk mendapatkan nilai besaran arus yang mengalir secara akurat yang akan dibaca oleh mikrokontroller.
– TRIAC sebagai pengontrol tegangan masukan motor induksi yang selanjutnya akan dikontrol oleh Mikrokontroler.
– Zero Crossing Detector berfungsi untuk mengetahui kapan sinyal tegangan masukan pada mikrokontroler bernilai nol.
– Mikrokontroler berfungsi sebagai pengolah data.
7.3.2 Perancangan Perangkat Lunak
Perancangan perangkat lunak dibutuhkan komputer (PC) dan mikrokontroler untuk mengendalikan perangkat keras. Perancangan perangkat lunak dilakukan dengan pembuatan flowchart terlebih dahulu kemudian pembuatan programnya. Bahasa pemrograman yang dipakai mikrokontroler adalah bahasa pemrograman C. Sedangkan pada komputer (PC) digunakan pemrograman CV AVR.
7.4. Pengujian Alat
7.4.1. Pengujian Perangkat Keras
Pengujian alat dilakukan pada masing-masing bagian sesuai blok diagram yang ditunjukkan dalam Gambar 19 untuk mengetahui apakah memenuhi spesifikasi yang telah ditentukan yang meliputi pengujian :
• Pengujian Rangkaian TRIAC.
Pengujian rangkain TRIAC sebagai rangkaian Pengontrol ini bertujuan untuk mengetahui rangkaian ini bisa mengatur tegangan masukan dengan merubah sudut penyalaan pada gate TRIAC. Pengujian ini dilakukan laboratorium elektronika daya teknik elektro Universitas Brawijaya. Rangkain penggantinya adalah sebagai berikut:

.

Gambar 20 Rangkaian pengganti pengaturan motor kapasitor dengan triac

7.4.3. Pengujian Alat Secara Keseluruhan
Pengujian alat secara keseluruhan untuk menguji apakah alat bisa berfungsi dengan baik sesuai dengan rumusan masalah yang ditentukan. Pengujian dilakukan di laboratorium elektronika daya..
7.4.4 pengambilan kesimpulan
Kesimpulan didapat berdasarkan dari hasil perealisasian sistem perbaikan faktor daya menggukan menggunakan TRIAC sebagai pengontrol tegangan masukan pada motor kapasitor .

VIII. SISTEMATIKA PEMBAHASAN
Sistematika penulisan dalam skripsi ini sebagai berikut:
Bab I: Pendahuluan
Berisi tentang uraian latar belakang, tujuan, batasan masalah, rumusan masalah, manfaat serta sistematika penulisan.
Bab II: Tinjauan Pustaka
Membahas teori-teori yang mendukung dalam perencanaan dan pembuatan sistem.
Bab III: Metode Penelitian
Membahas tentang metode yang digunakan dalam penyusunan skripsi ini.
Bab IV: Perancangan
Berisi perancangan dan perealisasian sistem yang meliputi spesifikasi, perencanaan blok diagram, prinsip kerja, dan realisasi sistem.
Bab V: Pengujian dan Analisis
Membahas tentang proses pengujian dan analisis data yang diperoleh dari sistem yang telah dibuat.
Bab VI: Kesimpulan dan Saran
Memuat kesimpulan dan saran-saran untuk pengembangan lebih lanjut dari sistem yang telah dibuat.

IX. JADWAL KEGIATAN
Jadwal kegiatan pelaksanaan skripsi ini dapat dilihat dalam Tabel 10.
Tabel 10. Tabel rencana kegiatan
No Kegiatan Bulan I Bulan II Bulan III Bulan IV Bulan V
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1 Seminar proposal
2 Studi literatur
3 Pembuatan alat
4 Pengujian alat
5 Penyusunan laporan
6 Seminar hasil

X. DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2008. Silicon Controlled Rectifier, http://www.electronicab.com. Diakses tanggal: 20 maret 2009
Atmel. 2002. ATmega8535/ATmega8535L, 8-bit AVR Microcontroller with 8 kbytes in System Programable Flash, http://www.datasheetarchive.com/datasheet-bb. html. Diakses tanggal: 20 maret 2009.
Atmel. AVR182: Zero Cross Detector, http://www.atmel.com
Khater, F.M.H., Novotny, D.W., 1986, An Equivalent Circuit Model for Phase Back Voltage Control of AC Machines, III Transaction on Industry Application Vol. IA-22.
Malvino, A.P. 1996. Prinsip – Prinsip Elektronika, edisi kedua. diterjemahkan oleh Hanapi Gunawan. Jakarta: Erlangga.


Setting GPRS manual pada Ponsel Nokia 3110c, 3500, 5300, 5200, 6300 dan yang sejenis (yang menggunakan packet data)

December 10, 2008

Setting yang dibahas disini adalah untuk penggunaan dengan kartu dari operator indosat (mentari, matrix, dan IM3) karena menurut hitung-hitungan saya untuk saat ini jauh lebih murah dari pada tarif GPRS yang ditawarkan operator lain.
YANG HARUS ANDA LAKUKAN ADALAH :
A. Pengaturan Konfigurasi Pribadi untuk Jenis Aplikasi Jalur Akses
a. Buka Menu Pengaturan, Konfigurasi, Pengaturan Konfigurasi Pribadi
b. Tekan tombol pilihan, pilih Tambah baru
c. pilih Jalur Akses
d. Isi dengan data berikut :
1. Nama Account : indosatgprs
2. Pengaturan Jalur Akses :
2.1. pembawa data : paket data
2.2. pengaturan media :
2.2.1. jalur akses paket data : indosatgprs
2.2.2. jenis jaringan : IPv4
2.2.3. jenis keaslian : Normal
2.2.4. nama pengguna : indosatgprs
2.2.5. Sandi : indosatgprs
e. tekan tombol kembali (3x)
f. pada indosatgprs, tekan tombol pilihan, kemudian pilih aktifkan
Anda telah berhasil membuat sebuah Jalur Akses

B. Pengaturan Konfigurasi Pribadi untuk Jenis Aplikasi Web
a. Buka Menu Pengaturan, Konfigurasi, Pengaturan Konfigurasi Pribadi
b. Tekan tombol pilihan, pilih Tambah baru
c. pilih Web
d. Isi dengan data berikut :
1. Nama Account : INDOSATGPRS
2. Situs : http://wap.indosatgprs.com
3. Nama Pengguna : indosatgprs
4. sandi : indosatgprs
5. gunakan titik akses pilihan : ya
e. tekan tombol kembali (1x)
f. pada INDOSATGPRS, tekan tombol pilihan, kemudian pilih aktifkan
Anda telah berhasil melakukan Pengaturan Konfigurasi Pribadi untuk Jenis Aplikasi Web Akses

C. Menjadikan Pengaturan yang telah dibuat di atas (A dan B) sebagai pengaturan default
a. Buka Menu Pengaturan, Konfigurasi
b. pada Pengaturan Konfigurasi default pilih Konfigurasi pribadi
c. pada Aktifkan default di semua aplikasi pilih ya
d. pada jalur akses pilihan pilih indosatgprs

D. Membuat sambungan paket data
a. Buka Menu Pengaturan, sambungan, paket data
b. pada Sambungan Paket Data anda boleh memilih jika diperlukan ataupun selalu online
c. Pada pengaturan paket data, isikan :
1. Jalur akses aktif : indosatgprs
2. Edit jalur akses aktif :
2.1. Alias untuk jalur akses : indosatgprs
2.2. jalur akses paket data : http://wap.indosat.com

Setelah melakukan langkah-langkah di atas Anda bisa mencoba mengakses internet dari ponsel Anda (Silahkan buka menu Web!). Namun sebelum anda mengunjungi sebuah situs, pastikan kembali bahwa konfigurasi yang terpakai adalah konfigurasi yang telah anda buat tadi. Caranya :
Buka menu web, pengaturan, pengaturan konfigurasi
* Pada konfigurasi pilih konfigurasi pribadi
* pada Account pilih INDOSATGPRS

Selamat Menikmati Akses Internet via ponsel Anda!


Harga Seorang Teman

November 21, 2008

Allah sangatlah bijak…

karena Ia menciptakan seorang sahabat tanpa Harga…

karena jika Allah memberikan harga…

aku tak akan pernah mampu membeli seorang sahabat yang sangat berharga itu…

betapa murahnya Allah membuat kita bisa saling berteman satu sama lain tanpa harus membayar,(secara gitu…..kita kencing harus bayar.hehehe)

dalam sebuah kisah kehidupan kita tak akan pernah lepas dengan namanya teman,di sebuah kata bijak disebutkan bahwa “lima tahun mendatang aku adalah aku yang sekarang, kecuali orang2 di sekitarku dan buku2 yang ku baca”

hargailah temanmu dan berikan mereka kenyamanan saat mereka ada di dekatmu….


TAK SELALU TAMPAK SEBAGAIMANA KELIHATANNYA

November 21, 2008

Seorang guru bijaksana pernah bercerita tentang dua malaikat yang sedang menyamar menjadi manusia biasa. Malaikat ini menyamar sebagai lelaki muda dan satunya lagi sebagai lelaki yang lebih tua. Kemudian keduanya berkunjung ke sebuah keluarga kaya raya yang tinggal di suatu kota. Mereka mengutarakan niatnya untuk ingin singgah menginap satu malam di rumah ini, karena sedang kemalanan dalam perjalanan. Tuan rumah yang kaya raya ini, menyambut kedua tamunya dengan tidak begitu ramah dan penuh dengan perasaan curiga. Kemudian keduanya ditempatkan menginap di sebuah kamar yang sempit yang letaknya di sudut belakang rumah. Ketika berada di dalam kamar, malaikat yang menyamar menjadi lelaki tua melihat dinding kamar yang retak dan berlubang, kemudian ia segera memperbaikinya. Dalam sekejap dinding kamar yang Nampak retak dan berlubang itu menjadi rapi dan tidak ada retakan lagi.

Malaikat yang menyamar sebagai lelaki muda bertanya kepada lelaki yang lebih tua, “mengapa engkau memperbaiki dinding yang retak ini ?”. Orang yang lebih tua menjawab, “Sesuatu Tidak Selalu Nampak Sebagaimana Kelihatannya”.

Esok harinya, setelah berpamitan dengan pemilik rumah, keduanya melanjutkan perjalanan ke sebuah desa. Mereka memutuskan berkunjung dan singgah ke sebuah keluarga petani miskin yang tinggal di desa tersebut. Mengetahui kedua orang tamunya sedang dalam perjalanan dan membutuhkan tempat untuk menginap, kedua suami istri petani miskin ini menyambutnya dengan ramah. Kemudian istri petani ini menyiapkan makanan dan berbagi sedikit makanan yang dimilikinya dengan kedua orang tamunya. Ketika tamunya hendak tidur,kedua petani miskin ini mempersilahkan kedua orang tamunya untuk tidur di atas ranjangnya dan ia sendiri memilih tidur di atas tikar di kamar yang lain.

Ketika bangun pagi, malaikat yang menyamar sebagai lelaki muda melihat kedua orang suami istri petani miskin ini sedang menangis sedih di depan kandang sapinya. Rupanya ia meratapi seekor sapi miliknya yang terbujur kaku mati tadi malam dikandangnya. Sapi ini adalah satu-satunya harta yang sangat berharga bagi petani tersebut.

Malaikat yang menyamar sebagai lelaki muda bertanya kepada malaikat yang menjadi lelaki tua, “mengapa engkau membiarkan sapi milik kedua petani miskin ini mati dan engkau tidak berusaha menolongnya ?. Ketika berada di keluarga kaya raya yang kurang ramah dan tidak senang berbagi, engkau membantunya dengan menutup dinding rumahnya yang retak dan berlobang. Tetapi
kini, dengan dua orang petani miskin yang sangat ramah, baik dan senang berbagi meskipun kekurangan, engkau malah tidak membantunya ?”. Lelaki yang lebih tua menjawab, “Sesuatu Tidak Selalu Nampak Sebagaimana Kelihatannya”.

Kemudian lelaki yang lebih tua ini menjelaskan kepada malaikait yang menyamar sebagai lelaki muda, “ketika kita berada di rumah keluarga kaya raya yang sombong dan kikir, aku melihat di dalam dinding yang retak ada tersimpan harta emas yang banyak. Maka aku menutupnya dengan rapi agar ia tidak dapat menemukannya. Sedangkan tadi malam ketika kita tidur di ranjang kedua petani miskin ini, malaikat maut datang dan hendak mencabut nyawa istri petani ini. Tetapi karena kebaikan dan keramahannya, aku memohon kepada Tuhan agar tidak dicabut nyawanya saat ini, kemudian sebagai gantinya ditukarlah dengan nyawa istri petani dengan seekor sapi miliknya.”

Sahabat yang baik, ketika kita melihat sesuatu kejadian dalam kehidupan ini, sesungguhnya tidak selalu Nampak sebagaimana adanya. Dalam perjalanan hidup seringkali kita menerima keadaan yang datang kepada kita tidak sesuai dengan apa yang kita harapakan. Kalau hal demikian adanya, maka janganlah berprasangka negatif lebih dulu atau berprasangka tidak baik lebih dahulu.

Lebih baik berusaha menerimanya dengan keikhlasan hati dan berusaha menemukan makna atau Hikmah dibalik setiap peristiwa tersebut. Mungkin saja ada hikmah yang lebih baik ada dibalik setiap peristiwa atau kejadian yang datang tersebut.

Ketika dalam kehidupan ini kita sudah merasa melakukan tindakan yang benar sesuai dengan suara hati nurani, melakukan usaha dengan cerdas dan keras, dan telah memaksimalkan potensi yang ada dalam diri kita untuk meraih apa yang kita cita-citakan, maka sisanya serahkanlah kepada Tuhan. Percayakanlah segala hasil akhir atas segala usaha yang kita lakukan hanya kepada Tuhan. Tanamkanlah keyakinan dalam hati kita, bahwa Tuhan akan memberikan yang terbaik kepada kita.

Ketika keadaan yang datang tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan, maka yakinlah bahwa sesuatu tidak selalu nampak sebagaimana adanya. Kita perlu menyadari bahwa, kadangkala apa yang kita harapkan dan apa yang kita inginkan, belum tentu yang terbaik menurut Tuhan. Maka lebih baik menyerahkan segala sesuatunya hanya kepada Tuhan, karena kita tidak selalu
dapat melihat sesuatu dibalik setiap peristiwa yang datang.

Berusahalah selalu bersikap positif, ramah dan berlaku baik kepada sesama kehidupan. Kemudian lengkapilah dengan pandai bersyukur dan mengungkapkan rasa syukur kita dengan sungguh-sungguh melalui tindakan senang berbagi dan menolong kepada sesama. Sisanya serahkanlah kepada Tuhan YME. SEMOGA BERMANFAAT !


judul skripsi

November 17, 2008

Ini ada beberapa judul skripsi dari jurusan teknik elektro dari tahun ke tahun, semoga bermanfaat…
1. PEMBUATAN PROTOTIPE TRANSMITTER DAN RECEIVER UNTUK PENGIRIMAN SINYAL AUDIO DENGAN MEDIA SERAT OPTIK (1995)

2. PERENCANAAN DAN PEMBUATAN KARTU DAN PEMBACA KARTU IDENTITAS MAHASISWA BERBASIS KOMPUTER (1996)

3. ANALISA PERBANDINGAN TRAFO TIGA FASA TIGA INTI TERHADAP TRAFO TIGA FASA SATU INTI HUBUNGAN YYO KAPASITAS 3 x 50 VA, 380/83 V DARI SEGI TEKNIS DI UDIKLAT PANDAAN (1996)

4. ANALISA MATEMATIS SISTEM KENDALI TEGANGAN TOMATIS PADA GENERATOR PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK (AVR) (1995)

5. STUDI MEDAN LISTRIK PADA BERBAGAI KONFIGURASI SALURAN UDARA RUANG BEBAS 500 KV (1995)

6. PERENCANAAN DAN PEMBUATAN ALAT AUDIO SPEKTRUM ANALYZER DENGAN PENAMPIL LED (1996)

7. KOMPENSASI DAYA REAKTIF DENGAN MENGGUNAKAN KONDENSATOR STATIS UNTUK MENGURANGI RUGI-RUGI DAYA DAN ENERGI PADA PABRIK GULA KREBET BARU I MALANG (1996)

8. PERENCANAAN DAN PEMBUATAN SISTEM PENGATURAN SIRKULASI AIR DENGAN MINIMUM SISTEM 8085 (1996)

9. PERENCANAAN DAN PEMBUATAN ALAT PENGUBAH SISTEM RGB KE DALAM SISTEM PAL UNTUK IBM PC/XT (1996)

10. ANALISIS PENGGUNAAN KAPASITOR SEBAGAI ALTERNATIF PENGGANTI MOTOR SINKRON UNTUK PERBAIKAN FAKTOR DAYA SISTEM TENAGA LISTRIK PADA PT. NUSANTARA PLYWOOD GRESIK (2000)

11. TEKNIK INTERPOLASI PERCAKAPAN DIGITAL PADA TIME DIVISION MULTIPLE ACCESS (TDMA) INTELSAT (1995)

12. ANALISIS EVALUASI RELE PENGAMAN ARUS LEBIH AKIBAT PENAMBAHAN BEBAN PADA GARDU INDUK BANYUWANGI (1999)

13. PENGARUH PENGGUNAAN KOMPENSASI SHUNT PADA INTERKONEKSI JAWA BALI TERHADAP PEMENUHAN KEBUTUHAN BEBAN DI PULAU BALI (1995)

14. PERANCANGAN DAN PEMBUATAN SUATU ALAT KOMUNIKASI ANTAR DUA BUAH KOMPUTER DENGAN MENGGUNAKAN GELOMBANG ELEKTROMAGNETIK (1996)

15. PERENCANAAN DAN PEMBUATAN KOMUNIKASI DATA MELALUI GELOMBANG RADIO (1996)

16. ALAT PENGENDALI OPERASI KOMPENSATOR DALAM SALURAN TRANSMISI DAYA LISTRIK (1996)

17. PEMONITORAN LIMBAH CAIR RADIOAKTIF MENGGUNAKAN SALURAN TELEPON DI PPTN BATAN BANDUNG (1996)

18. STUDI SELEKSI TRANSDUCER UNTUK KOMUNIKASI SERAT OPTIK (1996)

19. STUDY PENGGUNAAN RELE DIFFERENSIAL SEBAGAI PENGAMAN TRANSFORMATOR DAYA 150/20 KV DI G1 KEDIRI BARU (1996)

20. SISTEM PENGGUNAAN RELAI ARUS LEBIH SEBAGAI PENGAMAN MOTOR INDUKSI TIGA FASA DI PLTU PERAK UNIT III DAN IV SURABAYA (1995)

21. OPERASI EKONOMIS DARI KOMBINASI ANTARA PLTA DAN PLTU PADA SISTEM TENAGA LISTRIK DI JATIM (1995)

22. STUDI PERENCANAAN SALURAN UDARA TEGANGAN TINGGI (SUTT) 150 KV GILIMANUK PEMARON DALAM RANGKA PERBAIKAN SISTEM KELISTRIKAN DI BALI (1995)

23. ANALISIS PENENTUAN RATING OPTIMAL TRANSFORMATOR DAYA PADA GARDU INDUK DI MADIUN SEHUBUNGAN DENGAN ADANYA PERTUMBUHAN BEBAN (1999)

24. PERENCANAAN DAN PEMBUATAN ALAT WATTMETER DIGITAL (1996)

25. PERANCANGAN SISTEM OTOMATISASI PADA ”BOTTLING HAL” YANG DI ANTARMUKAKAN KE IBM PC DI PT MULTI BINTANG INDONESIA TANGERANG JABAR (1996)

26. ANALISIS FAKTOR DAYA PADA INDUSTRI DALAM KAITANNYA PENGHEMATAN ENERGI LISTRIK DAN PERBAIKAN TEGANGAN DI PG. KEBON AGUNG MALANG (1995)

27. UPAYA MEMINIMUMKAN PENGARUH MEDAN MAGNET DENGAN MERUBAH KONFIGURASI PADA JARINGAN TEGANGAN EKSTRA TINGGI 500 KV (1996)

28. STUDI TENTANG SISTEM PROTEKSI PADA JARINGAN 20 KV DI BLITAR (1999)

29. PENGATURAN SUDU ROTOR DAN SUDU ANTAR PADA PENGATURAN TURBIN DAN PENGONTROL SUDU ROTOR DI PLTA SENGGURUH (1995)

30. AKUISISI DAN PENGOLAHAN SINYAL ELEKTROKARDIOGRAF (1996)

31. PERENCANAAN KAPASITAS POWER RAIL TRAVELING CRANES 45 TON 30 TON DI PAPER MACHINE UNIT V PT. KERTAS LECES PROBOLINGGO (1996)

32. SISTEM PENYEDIAAN LISTRIK BERKELANJUTAN PADA KONSUMEN RUMAH TANGGA (19996)

33. SISTEM PENGECEKAN SALDO BANK OTOMATIS MELALUI SALURAN TELEPON YANG DIKONTROL OLEH IBM PC (1997)

34. PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT UKUR DAN ANALISA BERAT JENIS AIR SUSU SAPI YANG DIANTARMUKAKAN KE IBM PC (1996)

35. PENGGUNAAN PHASE SIFTER TRANSFORMER BAGI PENGENDALIAN ALIRAN DAYA (!995)

36. MEMPERKECIL PROSENTASE JATUH TEGANGAN PADA PENYLANG MANGUNHARJO KODYA MADIUN (1997)

37. MENGEMULASI MIKROPROSESOR Z 80 PADA MIKROKOMPUTER IBM PC (1996)

38. PERANCANGAN KOMPENSATOR FAKTOR DAYA EELKTORNIK SEBAGAI ALTERNATIF ALAT HEMAT ENERGI UNTUK MOTOR TAK SEREMPAK (1995)

39. STUDI PERBANDINGAN PENGGUNAAN KONDUKTOR AAAC 70 MM2, 120 MM2, 150 MM2 DAN 240 MM2 UNTUK PEMBANGUNAN SUTM 20 KV DI PT. PLN (PERSERO) CABANG MATARAM (1996)

40. OPTIMASI PEMBANGKITAN TENAGA LISTRIK PADA SISTEM TENAGA LISTRIK DI PT. CALTEX PACIFIC INDONESIA RIAU (1997)

41. SIMULASI ”REALTIME” SISTEM TENAGA LISTRIK DENGAN MENGGUNAKAN TELEMETERING (1996)

42. STUDI PENGARUH KONFIGURASI JARINGAN TEGANGAN MENENGAH 20 KV TERHADAP GANGGUAN ANTARA KECAMATAN GONDANG WETAN SAMPAI KECAMATAN KEDAUNG KAB PASURUAN JATIM (1995)

43. ANALISIS PENENTUAN JENIS THERMOPROBE PADA SISTEM KONTROL OTOMATIS UNIT KETEL UAP DI PABRIK GULA KEBON AGUNG (1996)

44. ANLISIS SISTEM PERTANAHAN PERALATAN PADA GARDU INDUK SAHUR DENPASAR (1998)

45. STUDI ALTERNATIF PENGGANTI FORMAT DATA SINKRO MENUJU FORMAT DATA MOTOR STEPPER (1995)

46. PERENCANAAN DAN PEMBUATAN SISTEM KONTROL UNTUK POMPA BOOSTER PADA STASIUN POMPA CABANG PDAM KOTAMADYA DATI II MALANG (1996)

47. PENERAPAN BASIS DATA RELASIONAL DALAM APLIKASI INVENTORI (1998)

48. PERANCANGAN SISTEM ELEKTRONIKA DC REGULATOR (2000)

49. PERENCANAAN DAN PEMBUATAN PERALATAN STARTING SECARA ELEKTRONIK UNTUK MOTOR INDUKSI TIGA FASA DENGAN MENGGUNAKAN PERSONAL COMPUTER (1997)

50. PENGGUNAAN REAKTOR PADA OUT GOING FEEDER SEBAGAI UPAYA MENGURANGI GANGGUAN HUBUNGAN SINGKAT POWER PLANT I PERTAMINA UNIT PENGOLAHAN V BALIKPAPAN (1997)

51. STUDI PENGKAJIAN PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK MIKRO DARI SEL SURYA (PHOTOVOLTAIK) (1995)

52. PENGGUNAAN SISTEM MINIMAL UP Z 80 SEBAGAI PENGONTROL SUHU AIR (1992)

53. APLIKASI COMMON CHANNEL SIGNALING NO 7 UNTUK KOMUNIKASI FAKSIMILI. KASUS : FAKSIMILI PADA LAYANAN PESAN SINGKAT GSM (1999)

54. SISTEM PENERIMAAN INFORMASI PADA PESAWAT TELEVISI

55. MORPHING & TWEENING PADA PC SEBAGAI DASAR TEKNIK DISSOLVE SONY BVE 910 DI MMTC YK

56. SISTEM DISTRIBUSI JARINGAN TEGANGAN RENDAH DAN JARINGAN TEGANGAN MENENGAH 1 FASE PADA BIRO TEKNIK LISTRIK ”SINAR AGUNG” YK

57. TELEPON SERTA CARA KERJA DARIPADA JARINGAN TELEPON DI WARPOSTEL KEDAULATAN RAKYAT YK

58. INSTRUMEN ELEKTONIS PENGENDALI OTOMATIS DISTRIBUSI MINYAK DI PERTAMINA DEPOT REWULU YK

59. SISTEM PENYIARAN RADIO PADA RRI REGIONAL I SURAKARTA

60. PENGENDALIAN MOTOR INDUKSI PADA PT. PUSDIKARI AGRO UTAMA TEMANGGUNG

61. SISTEMPROTEKSI TRANSFORMATOR PADA PT. INDUSTI SANDANG II (PERSERO) PATUN INFITEKS CEPER KLATEN

62. SENTRAL TELEGRAM OTOMATIS INDONESIA PADA PT. 9PERSERO) INDOSAT JAKARTA

63. SISTEM INSTALASI TENAGA LISTRIK PADA BALAI BESAR PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN INDUSTRI BARANG KULIT, KARET DAN PLASTIK YK

64. PEMBUATAN PENCACAH TERPROGRAM UNTUK ALAT PANTAU RADIASI PADA CEROBONG-CEROBONG REAKTOR KATINI PPNY BATAN

65. JARINGAN TRANSMISI TELEPON MENGGUNAKAN IRT 1500 PADA PT. TELEKOMUNIKASI INDONESIA KANTOR CABANG BANTUL

66. PEMANCAR FM STEREO PADA RRI NUSANTARA II YK

67. TINJAUAN SISTEM TELEKOMUNIKASI DIGITAL PADA KANTOR DAERAH TELEKOMUNIKSI (KANDATEL) BOJONEGORO

68. PENGGUNAAN VIDEO DISTRIBUSI AMPLIFIER PADA MASTER CONTROL DI TVRI STASIUN YK

69. PEMBUATAN PENYIMPANAN DATA SPEKTRUM SPEKTROCOPY NUKLIR PADA PPNY BATAN YK

70. STUDI PEMBUATAN TEGANGAN TINGGI ARUS SEARAH GENERATOR COCKROFT – WALTON SEBAGAI SUMBERDAYA BAGI TABUNG PEMERCEPAT (AKSELERATOR) DI PUSAT PENELITIAN NUKLIR-BADAN TENAGA ATOM NASIONAL YK

71. PROSES PEREKAMAN CASSETE AUDI DI PN. LOKANANTA SURAKARTA

72. PRE DISTROSION AMPLIFIER TVRI STASIUN TRANSMISI GOMBEL SEMARANG

73. SISTEM PENGAMANAN TRANSFORMATOR DISTRIBUSI PADA PLN DISTRIBUSI JATENG CABANG YK

74. PEMBUATAN PROGRAM SISTEM PENCAVAH MENGGUNAKAN MIKROPROSESOR Z 80 DENGAN MPF -1 DI PPNY BATAN YK

75. PENGGUNAAN DIAGRAM SMITH DALAM PEMASANGAN ”MATCHING DEVICES” DI AKADEMI TNI AU ADISUCIPTO YK

76. SISTEM PENGENDALIAN KECEPATAN INDUKSI PADA PABRIK TEKSTIL PRIMISSIMA YK

77. PENGENDALIAN MOTOR INDUKSI PADA. PT. PUSDIKARI AGRO UTAMA TEMANGGUNG

78. STRUKTUR ANTENA PEMANCARA PENGULANG BROADCAST SW 20 KW DI RRI NUSANTARA II SETURAN CATUR TUNGGAL DEPOK SLEMAN YK

79. SISTEM REPRODUKSI SINYAL AUDIO DAN VIDEO PADA STUDIO AUDIO VISUAL PUSKAT YK

80. SISTEM CONTROL PENGASUTAN MOTOR INDUKSI 3 FASE PADA PT. JOGJATEX YK

81. SENTRAL TELEPON OTOMAT DI KANDATEL PURWOREJO PADA CABANG TELEKOMUNIKASI PURWOREJO

82. PEREMAN DINAMIS MOTOR INDUKSI PADA PABRIK TEKSTIL PT. JOGJATEX YK

83. SISTEM TELEPON UMUM PADA PT. TELEKOMUNIKASI INDONESIA KANTOR CABANG BANTUL

84. PERLUASAN JARINGAN DISTRIBUSI I FASE DAN SISTEM PROTEKSINYA PADA BIRO TKENIK LISTRIK ”SINAR AGUNG”

85. PENGGUNAAN DIAGRAM SMITH DALAM PEMASANGAN ”MATCHING DEVICES” DI AKADEMI TNI AU ADISUCIPTO YK

86. SISTEM PEMANCAR TV VHF TVRI STASIUN YK

87. PENDISTRIBUSIAN DAYA LISTRIK PADA INDUSTRI KAROSERI MOBIL PT. MEKAR ARMADA JAYA MAGELANG

88. SISTEM TELEPON UMUM PADA PT. TELEKOMUNIKASI INDONESIA KANTOR CABANG BANTUL

89. PENGAMAN DAN OPERASIONAL GENERATOR 3 PHASE INDUSTRI TEKSTIL (WARP KNITTING PT. YOYATEX YK

90. SISTEM PENTAHANAN DAN PENERAPAN DISTRIBUSI 20 KV FASA TIGA EMPAT KAWAT PADA PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA CABANG YK

91.SISTEM INSTALASI TENAGA LISTRIK TIGA PHASE PADA PT. CENTRAL PROTENA PRIMA SEMARANG

92. SISTEM PEMANCAR RADIO RRI NUSANTARA II YK

93. PRE-AMP NETURON AREA MONITOR DI BADAN ATOM NASIONAL PUSAT PENELITIAN YK

94. SISTEM JARINGAN TELEKOMUNIKASI DI KANTOR DAERAH TELEKOMUNIKASI SEMARANG

95. PENGOPERASIAN DAN PERAWATAN ALTERNATOR TIGA FASA DI PT. INDOCEMENT TUNGGAL PRAKASA BOGOR JABAR

96. RADIASI EFEKTIF ANTENA PADA SISTEM TELEKOMUNIKASI GELOMBANG MIKRO PADA LABORATORIUM MICROWAVE DEPARTMENT ELEKTRONIKA MARKAS BESAR AKADEMI TNI AU ADISUCIPTO YK

97. SISTEM MODULASI PADA PERHUBUNGAN TELEGRAP DAN TELEX DI PERUSAHAAN UMUM TELEKOMUNIKASI VIII DENPASAR BALI

98. SETTING RELE JARAK SEBAGAI MEDIA BANTU PEMOTREKSIAN GANGGUAN PADA SUTT 150 KV DI PT. PLN (PERSERO) P3B SEKTOR KETENGER UNIT TRANSMISI PURWOKERTO

99. PENGOPERASIAN DAN PERAWATAN TRANSFORMATOR PADA PT. MEKAR ARMADA JAYA (NEW ARMADA) MAGELANG

100. FASILITAS DAN PERALATAN GARDU INDUK PADA GARDU INDUK 150 KV KENTUNGAN UNIT TRANSMISI YK

101. SISTEM SWITCHING TELEPON PADA KANTOR DAERAH TELEKOMUNIKASI (KANDATEL) YK

102. SISTEM LOG BOOK SIARAN PT. RADIO MATARAM BUANA SUARA YOGYAKARTA : TINJAUAN KONSEPTUAL

103. KONTROL KECEPATAN MOTOR INDUSTRI 3 FASA DENGAN MENGGUNAKAN STATIC SCHERBUS SYSTEM

104. PERLUASAN JTR DAN JTM 1 FASE DAN INSTALASI RUMAH PAPAN PADA BIRO TEKNIK LISTRIK ”SINAR AGUNG” YK

105. PENGOPERASIAN DAN PERAWATAN MOTOR INDUKSI PADA PT. WONDATEX YK

106. SISTEM PEREKAMAN KASET AUDIO PADA PN LOKANANTA SURAKARTA

107. TELEPON DENGAN TRANSMISI RADIO ULTRA PHONE 100 PADA KANDATEL JAKSEL

108. PERLINDUNGAN DAN PEMELIHARAAN PERLENGKAPAN SISTEM TENAGA LISTRIK DALAM MENJAGA KETRANDALAN SISTEM PADA PT. SARI HUSADA YK

109. PENGUAT AWAL DETEKTOR SINTILASI PADA PUSAT PENELITIAN NUKLIR YOGYAKARTA BADAN TENAGA ATOM NASIONAL

110. SISTEM PENYALURAN TENAGA LISTRIK PADA PT. PERKEBUNAN NUSANTARA IX (PERSERO) PG. TASIKMADU KARANGANYAR JATENG

111. SISTEM OPERASI PESAWAT TELEPON OTOMAT DI KANTOR DAERAH TELEKOMUNIKASI PERUSAHAAN UMUM TELEKOMUNIKASI YK

112. SINYAL KOMPOSIT TV BERWARNA DI TVRI STASIUN YK

113. PERTANAHAN GARDU INDUK PADA GARDU INDUK TRANSMISI 150 KV GODEAN YK

114. SISTEM PENGAMAN JAINGAN DISTRIBUSI 20 KV PADA BIRO TEKNIK LISTRIK ”SINAR AGUNG” YK

115. SISTEM DISTRIBUSI TENAGA LISTRIK PADA PERUSAHAAN UMUM LISTRIK NEGARA UNIT DISTRIBUSI JATENG CABANG YK

116. PENGOPERASIAN DAN PERAWATAN MOTOR LISTRIK PAA INDUSTRI KAROSERI NEW ARMADA (PT. MEKAR ARMADA JAYA) MAGELANG

117. SISTEM PERALATAN GELOMBANG MIKRO PADA LABORATORIUM AAU ADISUCIPTO YK

118A. PROTOTIPE PENGENDALI PERALATAN RUMAH TANGGA MENGGUNAKAN MEDIA PESAWAT TELEPON

118. PERANCANGAN SISTEM KONTROL UNTUK SIMULASI PROSES PRODUKSI OTOMATIK BUSA SINTETIS BERBASISKAN PLC (1998)

119. PENCACAH DIGITAL DENGAN MENGGUNAKAN SENSOR INFRA MERAH

120. PEMBAHASAN DAN ANALISIS PERBANDINGAN KAPASITAS KANAL ANTARA SISTEM MODE GANDA CDMA – AMPS DENGAN SISTEM AMPS TUNGGAL

121. PENGATUR NADA AUDIO (1999)

122. RS. BORROMEUS DAN LAB SISTEM INSTRUMENTASI MIKROELEKTRONIKA ITB (1998)

123. SISTEM PENENTUAN POSISI GLOBAL (GPS) (1996)

124. PENGEFISIENAN FAKTOR-FAKTOR DAYA PADA BEBAN TENAGA LISTRIK DENGAN MENGGUNAKAN KAPASITOR PADA NATOUR GARUDA INDONESIA YK (2001)

125. SISTEM PENGATURAN SUHU AIR OTOMATIK (1998)

126. PERENCANAAN DAN PEMBUATAN ALAT WATTMETER DIGITAL (1996)

127. PENGENDALIAN LAMPU PANGGUNG MENGGUNAKAN KOMPUTER IBM PC/XT (1992)

128. PENGANALISIS LOGIKA ARAS TTL MENGGUNAKAN KOMPUTER IBM/XT (1993)

129. ANALISIS TEKNIS TERJADINYA KENAIKAN TEGANGAN PADA JARINGAN TEGANGAN RENDAH (1997)

130. SIMULASI PENGENDALI LAMPU LALU LINTAS (2003)

131. TRAINER TV WARNA MODEL TASAKI M.1416 BAGIAN PENGOLAHAN SINYAL VIDEO (2003)

132. SISTEM PROTEKSI TRANSFORMATOR PADA PT. INDUSTRI SANDANG II (PERSERO) PATUN INTITEKS CEPER KLATEN

133. SISTEM PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK PADA PT. MADU BARU BANTUL YK (2003)

134. PENGENDALI TEGANGAN GENERATOR INDUSTRI OTOMATIS BERBASIS MIKROKONTROLLER AT 89 C 51 UNTUK PLTMh STAND ALONE (2004)

135. PENGATURAN KECEPATAN MOTOR DC 12 V DENGAN MENGGUNAKAN REMOTE CONTROL (2005)

136. IMPLEMENTASI ALGORITMA LMS DALAM PEMBUATAN MOSAIK CITRA (2002)

137. PENGENDALIAN LAMPU PANGGUNG MENGGUNAKAN KOMPUTER IBM PC/XT

138. DIKLAT AHLI MULTIMEDIA [MULTIMEDIA TRAINING CENTRE] YK (1989)

139. DIKLAT AHLI MULTIMEDIA [MULTIMEDIA TRAINING CENTRE] YK (1991)

TIMBANGAN DIGITAL (1997)

140. PENGENDALIAN KECEPATAN MOTOR INDUKSI 3 PHASE BERBASIS PLC (2005)

141. ALAT PENCACAH DAN PENGELOMPOK BARANG HASIL PRODUKSI DENGAN SISTEM KENDALI DIGITAL (2002)

142. SISTEM DISTRIBUSI DAN PROTEKSI TENAGA LISTRIK PADA GEDUNG LINA JAKARTA (2003)

143. PENGENDALIAN MOTOR LISTRIK SATU FASA PADA MESIN PERAJANG TEMBAKAU (1999)

144. MANFAAT KOMPRESOR PADA SISTEM PEREKEMAN AUDIO (2000)

146. ANALISIS BUTIR SOAL UJI KOMPETENSI SMK TEKNOLOGI INFORMASI (2002)

147. FASILITAS PERALATAN PRAKTIK DAN KOMPETENSI GURU DALAM PELAKSANAAN KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI [STUDI KASUS DI SMK MUHAMMADIYAH PRAMBANAN BIDANG KEAHLIAN TEKNIK LISTRIK] (2003)

148. PENGELOLAAN BURSA KERJA SEKOLAH [BKS] DI SMK NEGERI 2 DEPOK SLEMAN YK (2003)

149.EVALUASI PELAKSANAAN PENDIDIKAN BERORIENTASI KECAKAPAN HIDUP DI SMK MUHAMMADIYAH 1 BANTUL (2003)

150. RANCANG BANGUN MODUL INPUT OUTPUT PROGRAMMABLE LOGIC BERBASIS MIKROKONTROLLER SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN PRAKTIK KENDALI TERPROGRAM (2004)

151. PROYEKSI KEBUTUHAN TENAGA KERJA LULUSAN SEKOLAH MENEGAH KEJURUAN KELOMPOK TEKNOLOGI DAN INDUSTRI PADA BALAI YASA PT. KERETA API INDONESIA (PERSERO) YK (2004)

152. KREATIVITAS SISWA KELAS IV DALAM PEMBELAJARAN TUGAS KARYA MANDIRI DI SMK NEGERI 2 DEPOK SLEMAN (2004)

153. STUDI TENTANG PERMASALAHAN BELAJAR MAHASISWA STRATA I PROGRAM STUDI PENDIDIKAN ELEKTRO FAKULTAS TEKNIS UNY BERMASA STUDI LEBIH DARI LIMA TAHUN (2004)

154. SISTEM TRANSISI LOKOMOTIF DIESEL ELEKTRIK SERI CC 203 DI BALAI YASA PT. KERETA API INDONESIA (PERSERO) YK (1999)

155. DETEKTOR KEGAGALAN KONTRAKTOR MAGNET (2004)

156. MODEL ARGO TAKSI BERBASIS MIKROKONTROLLER AT 89C51 (2004)

157. KENDALI KECEPATAN MOTOR UNIVERSAL SISTEM LOOP TERTUTUP (2004)

158. PENDETEKSI ADANYA KENDARAAN YANG MELINTAS DARI ARAH BERLAWANAN PADA TIKUNGAN TAJAM (2004)

159. MODUL EMPAT BELAS SEGMENT (2004)

160. ALAT UKUR TINGGI BADAN OTOMATIS BERBASIS MIKROKONTROLER AT 89C51 (2004)

161. PROGRAM PENDISAIN PCB DAN PENGENDALI BOR PCB (2004)

162. KENDALI PENGEPAKAN BARANG BERBASIS MIKROKONTROLER AT89C2051 (2005)

163. SIMULASI PENYANDIAN DAN PENGAWASAN SANDI REED-SOLOMON (31,25) DENGAN MATI AB (2005)

164. AKUISISI DAN PENGOLAHAN DATA SUHU DENGAN SENSOR PIROELEKTRIK UNTUK HIPERTERMIA MEDIS (2006)

165. PERANCANGAN SISTEM ANTRIAN DI RUMAH SAKIT BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA 8535 (2006)

166. PERANCANGAN DAN PEMBUATAN SISTEM MONITORING KEGIATAN PERKULIAHAN BERBASIS WEB DI JURUSAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UGM (2006)

167. PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI PARIWISATA ”SUMBAR” BERBASIS WEB MENGGUNAKAN PHP DAN MYSQL (2005)

168. SISTEM INFORMASI PELACAKAN KERETA API BERBASIS WEB PEMETAAN DATA (2006)

169. INTEGRATED SERVICES DIGITAL NETWORK (1987)

170. ANALISIS RENCANA PEMINDAHAN PENYULANG UNTUK CATU DAYA LISTRIK BEBAN INDUSTRI PT. MUTU GADING TEXTIL (2005)

171. SISTEM PEMBUKA PINTU GESER HOTEL BERBASIS MIKROKONTROLER AT89S51

172. APLIKASI MIKROKONTROLER AT89S51 PADA PENGENDALI PINTU PERLINTASAN KERETA API SECARA OTOMATIS (2005)

173. PENGARUH DEBIT AIR DAN TINGGI JATUH AIR TERHADAP PENENTUAN JENIS TURBIN AIR PADA PUSAT LISTRIK TENAGA AIR (1997)

174. PERANCANGAN SISTEM PENSINYALAN KERETA API DI STASIUN PEKALONGAN BERBASIS MIKROKONTROLER AT89C51 (2004)

175. LAPORAN PKN II [STUDI PEMBUATAN TEGANGAN TINGGI ARUS SEARAH GENERATOR CC KROFT-WALTON SEBAGAI SUMBER DAYA BAGI TABUNG PAMER CEPAT (AKSELERATOR) DI PUSAT PENELITIAN NUKLIR BADAN TENAGA ATOM NASIONAL YK

176. SCR SEBAGAI KOMPONEN PENGATUR KECEPATAN MOTOR ARUS SEARAH PENGUATA SHUNT DENGAN CARA MENGATUR TEGANGAN PADA RANGKAIAN JANGKAR (1988)

177. RANCANG BANGUN ALAT PENGUKUR KECEPATAN BENDA BERGERAK BERBASIS MIKROKONTROLER (2006)

178. PENGEMBANGAN PROTOTIPE PROGRAM APLIKASI PELAYANAN PERIZINAN PEMERINTAH DAERAH BERBASIS WEB DALAM E-GOVERMENT DITINJAU DARI SISI KEAMANAN DATA (2004)

179. PENGEMBANGAN PROGRAM PENDETEKSIAN POTENSI SERANGAN STROKE MENGGUNAKAN LOGIKA FUZZY : METODE TSUKAMOTO (2004)

180. TA PENGENDALIAN MOTOR DC DENGAN CHOPPER (2000)

181. TA SISTEM KENDALI PINTU GERBANG MENGGUNAKAN REMOTE CONTROL INFRA MERAH (2004)

182. TA PENGATURAN KECEPATAN PUTAR MOTOR INDUKSI TIGA FASE MELALUI PERINCIAN THYRISTOR BERBASIS MIKROKONTOLER 68 H C 11 (2003)

183. TA SISTEM PENGATURAN OTOMATIS BATAS KETINGGIAN AIR MENGGUNAKAN SENSOR ELEKTRONIS (2004)

184. PENGEMBANGAN APLIKASI PENCARIAN BUKU PERPUSTAKAAN PADA PERANGKAT BERGERAK MENGGUNAKAN JAVA 2 MIKRO EDITION DAN XML (2005)

185. PENGELOLAAN USER ACCOUNT PADA JARINGAN BERBASIS LINUX (1999)

186. ALAT PENGHITUNG BIAYA PERCAKAPAN TELEPON APLIKASI RUMAH TANGGA (2002)

187. MODEL ALAT UJI DISOLUSI BERBASIS MIKROKONTROLER AT 89 C51 DENGAN KAJIAN KENDALI KECEPATAN PUTARAN STIRRER DAN PENCACAH WAKTU (2003)

188. TRANSMISI SINYAL SUARA MENGGUNAKAN INFRA MERAH (2002)

189. PENGEMBANGAN DEBUG CARD SEBAGAI ALAT PENDETEKSI KERUSAKAN PADA MOTEHRBOARD (1999)

190. TA STUDI TENTANG PRIVATE VIRTUAL NETWORK PADA JARINGAN CERDAS (2003)

191. TA TRANSMISI DATA DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM MODULASI DPSK [DIFFERENTIALLY PHASESHIFT KEYING] (1997)

192. TA SIMULASI SISTEM DRILLING OTOMATIS SEBAGAI APLIKASI PROGRAMMABEL LOGIC CONTROLLER (1998)

193. TA PENGOPERASIAN GENERATOR SINKRON PADA STASIUN RRI CAB. MADYA YK (2006)

194. PENGENDALI SUHU AIR DENGAN KONTROL PID BERBASIS KOMPUTER MELALUI PARALLEL PORT (2006)

195. PERANCANGAN MOUSE P5/2 OPTIS WIRELES (2006)

196. PELAKSANAAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KETERAMPILAN DI PONDOK PESANTREN AL HIKMAH GUBURUBUH GETAS PLAYEN GUNUNG KIDUL DIY (2003)

197. TA PENGGUNAAN LEMBAGA UNTUK MATERIAL ROTOR PADA MOTOR INDUKSI PRIMARY AIR FAN [PAF] (2006/2007)

198. PENGUJIAN ARUS BOCOR DAN KOMPOSISI KIMIA PERMUKAAN PADA MATERIAL ISOLASI BERBAHAN DASAR RESIN EPOKSI DENGAN PENGISI ALUMUNIUM TRIHYDRATE [ATH] DAN PASIR SILIKA TERKONTAMINASI POLUTAN PARANGTRITIS

199. PERANCANGAN PERANGKAT LUNAK PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMBERIAN BONUS BERDASARKAN PENILAIAN KINERJA GURU BERBASIS METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (2006)

200. PENYANDIAN SINYAL SUARA REAL TIME DENGAN METODE LPC [LINEAR PREDICTIVE CODING] (2006)

201. PEMANFAATAN SINYAL DUALTONE MULTI FREQUENCY [DTMF] SEBAGAE KENDALI LAMPU (2006)

202. PENGENDALIAN CITRA WAJAH DENGAN JARINGAN SYARAF TIRUAN BACKPROPAGATION (2007)

203. PENGENDALIAN ALAT-ALAT LISTRIK MEMANFAATKAN JALA-JALA LISTRIK DENGAN SINYAL AUDIO (2006)

204. COUNTER KENDARAAN DI RUANG PARKIR BERBASIS MIKROKONTROLER AT89C51 (2002)

205. LAPORAN KERJA PRAKTEK DI PT. TELKOM (1998)

206. PHEMATIC SEBAGAI PENUTUP BOTOL DENGAN KONTROL PROGRAMMABLE LOGIC CONTROL (2001)

207. ANALISIS KOMPARATIF KERJA SAMA KEAMANAN ALIRAN KOMUNIKASI JARINGAN CDMA 2000 (2004)

208. APLIKASI MIKROKONTROLER AT89S51 SEBAGAI PENANDA WAKTU SHOLAT, PENGENDALI LAMPU DAN SISTEM KEAMANAN RUMAH (2006)

209. DESKRIPSI KEMAMPUAN BERWIRASWASTA SISWA KELAS II BIDANG KEAHLIAN TEKNIK ELEKTRO SMK NEGERI 2 WONOSARI (2003)

210. PASTEURIZER SUSU SISTEM ELEKTRIK METODE HIGHT TEMEPRATURE SHORT TIME [HTST] DAN LOW TEMPERATURE LONG TIME [LTLT] (2004)

211A. PROTOTIPE ROBOT PENGANGKAT BARANG BERBASIS MIKROKONTROLER AT 89 C 51 [KAJIAN SOFTWARE] (2006)

211B. MONITORING TRAFFIC JARINGAN DAN CAPACITY PLANNING PADA GROUP WISE SYSTEM MENGGUNAKAN PROGRAM CACTI DI PT. BADAK NGL (2007)

212. SISTEM PEMBUKA PINTU GESER HOTEL BERBASIS MIKROKONTROLER AT 89 C 51 (2006)

213. APLIKASI PENGENDALIAN LEVEL AIR DENGAN MENGGUNAKAN PLC OMRON CPM 2A (2005)

214. TA PENGENDALI CONVEYOR OTOMATIS BERBASIS PPI 8255 (2003)

215. TA SISTEM PROTEKSI TRANSFORMATOR DISTRIBUSI I FASE (CSP) DI UNIT DIKLAT PLN SEMARANG (2003)

216. PENGUJIAN UNJUK KERJA BALLAST KONVESIONAL BERMERK PHILIPS DAN AUGEN (2007)

217. TA SISTEM PENGOPERASIAN MOTOR INDUKSI 3 PHASE DAN PERAWATAN DI PERTAMINAN UP-II DUMAI RIAU (2000)

218. PERANAN JARINGAN PENSINYALAN CCS NO. 7 DALAM SENTRAL TELEKOMUNIKASI (1999)

219. APLIKASI SMS GATE WAY UNTUK SISTEM INFORMASI PENANGANAN BENCANA (2007)

220. PERANCANGAN DAN PEMBUATAN PERANGKAT LUNAK BAHASA PEMROGRAMAN LADDER PLC SIEMENS SIMATIC S5 PADA SISTEM KENDALI BUCKET WHERI EXCAVATOR 202 DI PT. TAMBANG BATUBARA BUKIT ASAM (PERSERO) (2001)

221. PERANCANGAN SISTEM PENCAHAYAAN BUATAN PADA RELOKASI FASILITAS PENUNJANG BANDARA ADI SUCIPTO YK (2007)

222. TA SIMULATOR PINTU GESER OTOMAITS MENGGUNAKAN KUNCI KODE 7 DIGIT (2002)

223. KEAMANAN JARINGAN INFORMASI MENGGUNAKAN METODE IPS [INSTRUSION PREVENTION SYSTEM] (2007)

224. TA KONTROL LOGISTIC PART LIFTER BERBASIS PLC OMRON 2 200 HS (2007)

225. STUDI KOORDINASI PROTEKSI PADA JARINGAN TRANSMISI 115 KV AREA MINAS PT. CALTEX PACIFIC INDONESIA (2001)

226. PELILITAN ULANG MOTOR INDUKSI 3 FASE DARI I KECEPATAN MENJADI 2 KECEPATAN DI PT. MESINDO TEKNINESIA JAKARTA – 07

227. RANCANGAN BANGUN SISTEM ANTRIAN LOKET BERBASIS MIKROKONTROLER AT 89 C 51 – 05

228. STUDI FAKTOR KEBERHASILAN HAN DOVER PADA SISTEM DUAL BAND GSM 900 DAN DCS 1800 – 06

229. PRENCANAAN REKONFIGURASI JARINGAN DISTRIBUSI UNTUK MEMINIMALKAN RUGI DAYA NYATA – 07

230. ANALISIS PERENCANAAN TRANSFORMATOR DISTRIBUSI 20 KV RUMAH SAKIT GRHASIA SLEMAN – 07

1. PENERAPAN METODE PENTAHAN NETRAL RESISTANSI TINGGI PADA GENERATOR YANG BERKAPASITAS 250 MVA – 90

2. ANALISA KUAT MEDAN GELOMBANG ELEKTROMAGNETIK RADIO FM STEREO DI YOGYAKARTA – 00

3. PENGUKUR ARUS SEARAH DENGAN PC – 97

4.VOLTMETER DC ELEKTRONIK – 81

7. PENGATURAN KECEPATAN DAN PERAWATAN MOTOR LISTRIK – 00

8. INTEGRATED CIRCUIT OPERATIONAL AMPLIFIER DAN PENGGUNAANNYA DALAM RANGKAIAN DASAR

9. SISTEM DISTRIBUSI PRIMER 20 KV DI BANDAR SOEKARNO HATTA – 88

10. EVALUASI SISTEM PROTEKSI ARUS LEBIH PADA JARINGAN TEGANGAN MENENGAH KOTA JAKARTA – 90

11. APLIKASI STASIUN BUMI DIGITAL DT 7000 PADA KOMUNIKASI DATA VIA SATELIT – 02

12. PERBAIKAN FAKTOR DAYA DI PG. JATIBARANG BREBES JATENG – 94

13. PIRANTI-PIRANTI GARDU INDUK – 94

14. TYRISTOFF SEBAGAI PENGGERAK MOTOR INDUKSI DENGAN KENDALI SISTEM MIKROPROSESOR Z80 – 94

15. TEKNIK DIGITALISASI ISYARAT BIDANG DASAR – 87

21. OPTIMASI PENGGUNAAN TRANSPONDER SATELIT TELKOM-I UNTUK SISTEM INTERMEDIATE DATA RATE (IDR) – 01

22. PENERAPAN MULTI-CLASS CONECCTION ADMISSION CONTROL (CAC) PADA ATM SWITCHES – 02

23. PERENCANAAN JARINGAN ANTRIAN DENGAN MEKANISME LEAKY BEAKET PADA ATM 01

24. ALAT PEMANTAU DENYUT JANTUNG JANIN SEBAGAI PENDETEKSI PRIMER KELAINAN KEHAMILAN – 01

25. ANALISIS KINERJA GENERAL PACKET RADIO SERVISE (GPRS) UNTUK APLIKASI WEB BROWSING – 02

26. KOSONG

27. PERENCANAAN LAN DENGAN TEKNOLOGI FAST ETHERNET DI PT. PETROKIMIA GRESIK – 01

28. ANALISIS PENERAPAN TP/IP OVER DVB SATELITE PADA LAYANAN INTERNET DIRECT PC – 02

30. PERENCANAAN LOCAL MUTIPOINT DISTRIVUTION SERVICE (LMDS) SEBAGAI SISTEM KOMUNIKASI BROAD BRAND WIRELESS DI WILAYAH MALANG – 02

32. ANALISIS PENERAPAN RADIO TRUNKING DI PT. BADAK NGL – 01

33. PERENCANAAN JARINGAN HYBRID FIBER-COAX (HFC) UNTUK LAYANAN MULTIMEDIA DI UNIBRAW – 02

34. PERENCANAAN IMPLEMENTASI VOICE OVER INTERNET PROTOCOL (VOLP) PADA SENTRAL

36. ENSKRIPSI INFORMASI SUARA DENGAN RIVEST SHAMIR ADLEMAN CRYPTO SYSTEM (RSAT) – 01

37. PENERAPAN METODE C2 CELL RESELECTION PADA JARINGAN BERLAPIS GSM DI PT. TELKOMSEL JAKARTA – 02

39. PERENCANAAN SISTEM KOMUNIKASI UNTUK PEMANTAU KUALITAS AIR SUNGAI SECARA ON-LINE – 02

41. PERENCANAAN PENERAPAN CDMA C-PHONE DI WILAYAH KEDIRI – 01

42. ANALISIS ARUS AWAL OTOTRANSFORMATOR – 96

43. PERENCANAAN PENGENDALI BEBAN KOMPENSASI DENGAN SENSOR FREKUENSI DIGITAL PADA PLTM NYAWANGAN – 93

44. MENENTUKAN HARGA KAPASITANSI MINIMUM PADA PENGEREMAN DINAMIK MOTOR TAK SEREMPAK ROTOR SANGKAR – 95

45. ANALISIS KEMAMPUAN PLTD KAHAYAN BARU TERHADAP PERKEMBANGAN BEBAN SAAT SEKARANG SAMPAI 10 TAHUN MENDATANG DI PLN WILAYAH VI CABANG PALANGKARAYA – 96

46. PERENCANAAN PENERAPAN C-PRIONE DI WILAYAH JEMBER – 01

47. RENCANA PERLUASAN JARINGAN TEGANGAN RENDAH PADA PENYULANG KOLONEL SUGIONO GARDU INDUK KEBON AGUNG DI DESA TANGKIL SARI DAN DESA RANDU GADING KECAMATAN TAJINAN MALANG – 96

48. PERENCANAAN PENEMPATAN AUTOMATIC VACUUM SWITCH PADA JARINGAN DISTRIBUSI PRIMER 20 KV DI KEDIRI – 96

49. SISTEM PENGATUR SUHU RUANGAN DENGAN MENGGUNAKAN JARINGAN SARAF TIRUAN – 02

50. PERENCANAAN ATM PADA JARINGAN AKSES PASSIVE OPTICAL NETWORK (PON) – 01

51. PERENCANAAN JARINGAN FIRBER TO THE BUILDING (FITB) UNTUK CATU I DAERAH KUTA BALI – 02

52. PERENCANAAN PENERAPAN TEKNOLOGI ENHANCED GENERAL PACKET RADIO SERVISE (EGPRS) PADA SISTEM KOMUNIKASI BERGERAK GSM – 01

53. RANCANG BANGUN SISTEM DISPLAY TEKS LAGU KARAOKE DENGAN MEDIA CASETTE TAPE MENGGUNAKAN KOMPUTER IBM PC-AT – 94

54. PERENCANAAN ATM PADA JARINGAN PON – 02

55. STUDI TENTANG PEMILIHAN RELE PENGAMAN ARUS LEBIH PADA JARINGAN SISTEM TENAGA LISTRIK – 88

56. SISTEM KOMUNIKASI DATA SERIAL ANTAR KOMPUTER MELALUI PERANGKAT SERIAL RS-232-C – 94

58. STUDI SISTEM PENYEDIAAN TENAGA LISTRIK DAN INSTALASI TENAGA LISTRIK UNTUK PENINGKATAN PRODUKSI PADA PT. INDUSTRI SANDANG V UNIT PATAL LAWANG – 96

63. ANALISA PEMBANGKIT GELOMBANG BERJALAN DENGAN ELEKTROMAGNETIC TRANSETIS PROGRAM (EMTP) – 98

65. PEREKITAN DAN UJI COBA BEBERAPA RANGKAIAN PENGUBAH TEGANGAN – 02

66. PROTEKSI GANGGUAN ARUS LEBIH PADA TRANSFORMATOR TENAGA GARDU INDUK – 99

67. PENGOLAHAN SINYAL PADA PACE TIME BLOCK CODE – 03

69. STAMPING MACHINE USING PLC – 03

71. RELAI TERKENDALI FREKUENSI SEBAGAI PENGAMAN GENERATOR BEBAN LEBIH – 00

72. PENERAPAN SIM PRODUKSI PT. PETROKIMIA GRESIK – 01

73. PERENCANAAN PERUBAHAN JARINGAN SISTEM RADIAL MENJADI SISTEM OPEN LOOP DENGAN MENGGUNAKAN AVS PADA PENYULANG PATIMURA DAN BUNUL DI PT. PLN DISTRIBUSI JATIM CAB. MALANG – 96

74. STUDI SUPPLY DAYA DAN PROTEKSI MELALUI GENERATOR CONTROL UNIT PADA PESAWAT TERBANG JENIS FOKER F-28 – 96

75. SIMULASI REAL TEAM SISTEM TENAGA LISTRIK DENGAN MENGGUNAKAN TELEMETERING – 96

76. PENGARUH BESARNYA NILAI KAPASITOR TERHADAP UNJUK KERJA MOTOR INDUKSI TIGA FASA YANG DIOPERASIKAN DENGAN SUMBER TEGANGAN SATU FASA – 01

77. SISTEM PENGOLAHAN DATA DALAM PROSES PEMBUATAN REKENING LISTRIK (SK : PLN UNIT PELAYANAN WATES) – 03

78. TELAAH KINERJA JUMPER PADA TRAFO DISTRIBUSI TERHADAP KUALITAS JARINGAN (SK : PLN SLEMAN) – 03

79. PENGASUTAN MOTOR INDUKSI TIGA FASA MELALUI RESISTAN ASUT DENGAN MENGGUNAKAN SCR – 03

81. ANALISIS OTPIMASI PERENCANAAN PENGGUNAAN TENAGA LISTRIK DI DIENG PLAZA MALANG – 95

82. PENGGUNAAN PHASSE SHIFTER TRANSFORMETER BAGI PENGENDALIAN ALIRAN DAYA – 95

83. ANALISA KEMAMPUAN GENERATOR SINKRON DALAM MENARIK DAYA REAKTIF – 99

84. STUDY ANALSA SAMBUNGAN KABEL 20 DENGAN MENGGUNAKAN ISOLASI BEBAS – 93

85. PENGATURAN SUDU ROTOR DAN SUDU ANTAR PADA PENGATURAN TURBIN DAN PENGONTROL SUDU ROTOR DI PLTA SENGGURUH – 95

86. STUDY SISTEM PENGATURAN TEGANGAN ALTERNATOR PADA PESAWAT HELIKOPTER SUPER PUMA NAS-332 – 94

88. EVALUASI PENINGKATAN PELAYANAN DENGAN PERUBAHAN TEGANGAN MENENGAH DARI 6 KV KE 20 KV DAN PERUBAHAN TEGANGAN RENDAH DARI 110/220 V KE 220/380 V DI PLN DISTRIBUSI JATIM KARANG MALANG – 93

89. APLIKASI PENGATUR BEBAN BANYANGAN DENGAN SISTEMPEMICU DIGITAL PADA PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MICROHIDRO – 95

90. PERENCANAAN GENERATOR EKSITASI PADA SISTEM GENERATOR SEREMPAK DENGAN METODA OPTIMASI SIMPLEK DAN FUNGSI PENALTI INTERIOR – 94

91. OPTIMASI PENGGUNAAN LISTRIK WAKTU GILING DI PG. KREBET BARU I MALANG – 94

92. PERANCANGAN KOMPENSATOR FAKTOR DAYA ELEKTRONIK SEBAGAI ALTERNATIF ALAT HEMAT ENERGI UNTUK MOTOR TAK SEREMPAK – 95

93. STUDI PERLUASAN JARINGAN DISTRIBUSI BERDASARKAN INVESTASI AWAL – 94

94. STUDY PENERAPAN SISTEM KOMBINASI KASKADE DAN DISKRIMINASI PADA KOORDINASI PEMUTUS BEBAN DI PLTGU GRESIK – 94

95. PERENCANAAN DAN PEMBUATAN PENGAMAN URUTAN NEGATIF UNTUK GENERATOR TIGA FASA 127/220 V, 550 VA, 50 HZ – 94

96. PENENTUAN BREAKING CAPACITY CIRCUIT BREAKER DI GARDU INDUK DENGAN TEGANGAN KERJA 150 KV DI SALURAN GI WARU – GI TANDES

97. STUDI PERHITUNGAN TEKNIS KEBUTUHAN TRAFO DISTRIBUSI – 94

98. PERENCANAAN DAN PEMBUATAN REAKTOR JENUH SEBAGAI PENGATURAN KECEPATAN MOTOR INDUKSI TIGA FASA ROTOR BELITAN – 95

99. PENGATURAN KECEPATAN MOTOR INDUKSI TIGA FASA DENGAN MENGGUNAKAN INVENTER – 95

100. ANALISIS PERENCANAAN SISTEM PERTANAHAN ALTERNATIF PADA GARDU INDUK ISO KV BANYUDONU BOYOLALI – 95

101. OPERASI EKONOMIS DARI KOMBINASI ANTARA PLTA DAN PLTU PADA SISTEM TENAGA LISTRIK DI JATIM – 95

102. PENGARUH BEBAN PUNCAK TERHADAP JATUH TEGANGAN PADA JARINGAN DISTRIBUSI SEKUNDER DI KANDANGAN KAB. KEDIRI – 95

103. STUDI PENGGUNAAN 2 KAWAT TANAH PADA MENARA TRANSMISI UNTUK TEGANGAN 150 KV – 94

104. PERENCANAAN DAN PEMBUATAN ALAT PENGASUT MOTOR INDUKSI TIGA FASA DENGAN AUTOTRANSFORMATOR SECARA AUTOMATIS – 95

105. PENGGUNAAN POWER LINE CARRIER UNTUK TELEKOMUNIKASI MELALUI SALURAN TRANSMISI 150 KV PADA GARDU INDUK JEMBER – 94

106. PENGGUNAAN RECLOSER DAN SECTIONALIZER MC. GRAW DAN EDISON UNTUK MENINGKATKAN KEANDALAN PENYALURAN DAYA LISTRIK PADA SUTM 20 KV PENYULANG LUWUS DI GARDU INDUK KAPAL BALI – 95

107. ANALISIS JARINGAN DISTRIBUSI TEGANGAN MENENGAH SISTEM 20 KV DI PLN WILAYAH XI RANTING TABANAN UNTUK MASA 10 TAHUN YANG AKAN DATANG – 94

108. STUDI KONTIUNITAS PENYEDIAAN TENAGA LISTRIK UNTUK RUANG BEDAH PADA RSUD DR. SYAIFUL ANWAR MALANG – 93

110. ANALISIS PENGUJIAN TAN DELTA DAN KAPASITANSI TRANSFORMATOR DENGAN ALAT UJI OLMAN CB-100 – 94

111. STUDI KOORDINASI ANTARA CIRCUIT BREAKER DENGAN AUTOMATIC VACUUM SWITCH PADA JARINGAN DISTRIBUSI PRIMER 20 KV UNTUK MENINGKATKAN PELAYANAN TENAGA LISTRIK DI BANJARMASIN – 94

112. STUDI PERHITUNGAN TAHANAN PENTANAHAN KAKI MENARA TEGANGAN TINGGI 150 KV ANTARA GI SEKAR PUTIH DAN GI NGOPO – 95

113. STUDI MENGENAI KABEL LAUT 150 KV JAWA-BALI – 95

114. PERKIRAAN PENGHEMATAN ENERGI LISTRIK DENGAN PENINGKATAN KUALITAS DAYA LISTRIK PADA JARINGAN DISTRIBUSI PRIMER 20 KV PADA GARDU INDUK KAPAL DENPASAR BALI – 94

115. STUDI PENENTUAN RATING BUSBAR PADA SWITCH YARD 150 KV GARDU INDUK KEBON AGUNG MALANG – 88

116. PEMAKAIAN PETERSEN COLL DAN NEUTRAL GROUNDING RESISTOR PADA SISTEM 70 KV DI GARDU INDUK WARU – 95

117. PERENCANAAN CURRENT LIMITING REAKTOR HUBUNG SINGKAT ANTAR BEBAN UNIT III DAN UNIT IV DI PLTU PT. KERTAS LECES PROBOLINGGO – 95

121. TEKNIK INTERPOLASI PERCAKAPAN DIGITAL PADA TIME DIVISION MULTI PLACE ACCESS (TDMA) INTELSAT – 95

122. PERENCANAAN DAN PEMBUATAN RANGKAIAN PENGENDALI INSTALASI POMPA LISTRIK 380 V 3 FASA – 94

123. SISTEM PENGGUNAAN RELAI APUR LEBIH SEBAGAI PENGAMAN MOTOR INDUKSI TIGA FASA DI PLTN PERAK UNIT III DAN IV SURABAYA – 95

124. STUDI ALTERNATIF PENGGANTI FORMAT DATA SINKRO MENUJU FORMAT DATA MOTOR STEPPER – 96

125. PERANCANGAN KOMPENSATOR FAKTOR DAYA ELEKTRONIK SEBAGAI ALTERNATIF ALAT HEMAT ENERGI UNTUK MOTOR TAK SEREMPAK – 95

126. ANALISA PENGEMBANGAN KAPASITAS SISTEM PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK DI PULAU LOMBOK TAHUN 19945-2004

127. INVERTER GELOMBANG SINUS – 95

129. ANALISIS JARINGAN DISTRIBUSI TEGANGAN MENENGAH SISTEM 20 KV DI PLN WILAYAH VI RANTING BANJARMASIN UNTUK MASA 10 TAHUN YANG AKAN DATANG – 94

130. STUDI TENTANG KEANDALAN JARINGAN DISTRIBUSI PRIMER 20 KV KOTA SURABAYA – 95

131. PENGGUNAAN METODA EVALUASI RUGI-RUGI TRANSFORMATOR UNTUK MENENTUKAN BIAYA KOMPARATIF KESELURUHAN TRANSFOMRATOR DISTRIBUSI TIPE WOUND BERKAPASITAS 110 KVA – 94

132. PERENCAAAN DAN PEMBUATAN PERALATAN PENGATUR KECEPATAN MOTOR ARUS SEARAH DENGAN MENGGUNAKAN PERSONAL KOMPUTER – 95

133. ANALISA PENGARUH KUTUB BANTU TERHADAP REAKSI JANGKAR DAN KOMUTASI PADA GENERATOR DC DI PLTA SUTAMI MALANG – 94

135. RAMALAN BEBAN BERDASARKAN BEBAN PUNCAK UNTUK KEBUTUHAN TENAGA LISTRIK DI KOTA MALANG SAMPAI TAHUN 2000 – 94

136. PERENCANAAN DAN PEMBUATAN SISTEM PROTEKSI MOTOR INDUKSI TIGA FASA TERHADAP PENGARUH PUTUSNYA SALAH SATU KAWAT CATU DAYA – 95

137. PENGATURAN KECEPATAN MOTOR DC-SHUNT MENGGUNAKAN RANGKAIAN DC-CHOPPER YANG DIKENDALIKAN OLEH KOMPUTER – 95

138. STUDI KOORDINASI ANTARA FUSE CUT OUT DENGAN CIRCCUIT BREAKER PADA JARINGAN DISTRIBUSI 20 KV PENYULANG PAKISAJI DI JATIM UNTUK PENINGKATAN KWALITAS SISTEM TENAGA LISTRIK – 94

139. PERHITUNGAN TEGANGAN INDUKSI DAN ANGKA KELUAR AKIBATA SAMBARAN KILAT TIDAK LANGSUNG PADA JARINGAN DISTRIBUSI DENGAN MENGGUNAKAN KOMPUTER – 95

140. RENCANA PENGEMBANGAN DISTRIBUSI PRIMER 20 KV DI TANGERANG JAWA TENGAH – 96

142. ANALISA PRAKIRAAN PERTUMBUHAN BEBAN PADA PERUMAHAN BURING SATELIT MALANG DALAM JANGKA WAKTU 10 TAHUN MENDATANG – 94

143. PENGGUNAAN TELEPROTEKSI SEBAGAI PENGAMAN GANGGUAN HUBUNG SINGKAT PADA SALURAN TRANSMISI 150 KV ANTARA GI JEMBER – GI BONDOWOSO – 94

144. PENGEREMAN DINAMIK MOTOR INDUSTRI 30 ROTOR SANGKAR DENGAN PENGUATAN SENDIRI – 94

145. PENGENDALI MOTOR DC DENGAN MENGGUNAKAN DC CHOPPER 2 KUADRAN – 94

146. STUDI PENGKAJIAN PENYEBAB, MACAM DAN UPAYA PENANGGULANGAN GANGGUAN PADA JARINGAN DISTRIBUSI 20 KV DALAM KAITANNYA DENGAN KEANDALAN SISTEM DISTRIBUSI DI MALANG – 95

147. STUDI PENELITIAN PENGGUNAAN TEORI ANTRIAN DALAM SISTEM TELEKOMUNIKASI DI SENTRAL OTOMAT MALANG – 94

148. STUDI STABILITAS PADA GENERATOR SINKRON UNTUK MENENTUKAN WAKTU PEMUTUSAN KRITIS SAAT TERJADI GANGGUAN – 94

149. PENGGUNAAN ZSCT UNTUK SISTEM PROTEKSI GANGGUAN SATU FASA KE TANAH PADA PENYULANG 20 KV DI PLAN PEMBANGKIT DAN PENYALURAN JAWA BAGIAN TIMUR DAN BALI – 94

150. STUDI PENGGUNAAN KOMPENSATOR PADA SISTEM TRANSMISI UHV – 94

151. ANALISIS KUALITAS TRANSMISI CELLULAR MOBILE PHONE DI RBS GUNUNG GEBUG AKIBAT PROPAGASI GELOMBANG PERMUKAAN – 94

152. APLIKASI JAM DAN PENANGGALAN DIGITAL UNTUK MENENTUKAN WAKTU SHALAT – 97

154. MEDOIA PEMBELAJARAN LEMARI PENDINGIN – 03

155. ANALISIS SISTEM KERJA PENGUAT SERAT TERDADAH ERBIUM DALAM SISTEM KOMUNIKASI SERAT OPTIS – 03

157. MEDIA PEMBELAJARAN MESIN LISTRIK ARUS SEARAH – 03

158. SMART BUILDING BERBASIS KOMPUTER – 04

159. PERENCANAAN RANGKAIAN AMPLIFIER YANG MENGGUNAKAN PENGUAT BASS DAN TRIBLE DILENGKAPI PEREDAM NOISE UNTUK KEJERNIHAN KUALITAS SUARA – 03

160. PERENCANAAN UMUM DALAM PEMBUATAN SEBUAH UNIT BATTERE CHARGER /ACCU OTOMATIS MENGGUNAKAN IC 741 SEBAGAI PENGENDALI ARUS – 03

161. ANALISIS RANGKAIAN KAPASITOR PENGGANTI UNTUK MOTOR INDUKSI SATU FASA – 03

162. MODIFIKASI PESAWAT TELEREPORT SEBAGAI LINK REPORTASE – 02

163. PENGARUH JUMLAH BULUNGAN OSILATOR TERHADAP PENERIMAAN SIARAN PADA MW MF-008 – 02

164. SISTEM ALAT PERBAIKAN FAKTOR KERJA DENGAN KAPASITOR BANK SECARA OTOMATIS – 02

165. KOSONG

166. PENGGUNAAN SAKLAR ELEKTRONIK SEBAGAI PENGGANTI SAKLAR SENTRIFUNGAL TERHADAP BELITAN BANTU PADA MOTOR KAPASITOR – 03

167. PERENCANAAN PEMBUATAN LILITAN ROTOR (MOTOR LISTRIK) YANG DI APLIKASIKAN PADA POMPA AIR – 03

169. PENGATURAN KECEPATAN MOTOR AC PENGUATAN TERPISAH MENGGUNAKAN KONTROL PROPORTIONAL INTEGRATOR DERIVATIF (PID) – 03

170. MODIFIKASI SIGNAL GENERATOR BUNYI UNTUK PERCOBAAN RESONANSI KOLOM UDARA – 02

171. MEMANFAATKAN JARINGAN KOMPUTER SEBAGAI PENGENDALI SUHU RUANGAN DENGAN PPI-8255 – 01

175. PERANCANGAN SISTEM PENGATUR OTOMATIS INTENSITAS PENERANGAN DENGAN MEMANFAATKAN RANGKAIAN PENGENDALI DAYA BEBAN – 02

177. SISTEM KOORDINASI RELE PENGAMAN ARUS LEBIH DI PT. SURABAYA AGUNG INDUSTRI PULP & KERTAS DRIYOREJO GRESIK – 03

179. PEMBUATAN INVERTER 12 VOLT AC KE 220 VOLT AC BERBASIS DIGITAL – 03

180. PENGARUH KUAT ARUS LISTRIK TERHADAP PANJANG PENGELASAN TANPA DIAYUN PADA PERMUKAAN BAJA CARBON RENDAH KETEBALAN 10 MM – 01

181. PENGGUNAAN RANGKAIAN TRIAC-DIAC DALAM HUBUNGAN STAR-DELTA MOTOR INDUKSI TIGA FASA – 03

182. PERANCANGAN PERANGKAT PENCATAT WAKTU PENERBANGAN DENGAN BORLAND DELPHI 3.0 – 01

183. SISTEM ALAT DETEKSI KEBAKARAN PADA GEDUNG BANYAK RUANGAN – 02

184. EFEKTIVITAS PENGGUNAAN SPRAYGUN ELECTROSTATIS TERHADAP HASIL PENGECATAN – 03

186. MENGATUR INTENSITAS PENERANGAN LAMPU TL 20 WATT, 220 VOLT MEMAKAI DIMMER – 02

188. PERHITUNGAN INTENSITAS PENERANGAN MENGGUNAKAN ANALISIS REGRESI – 03

189. PERANCANGAN UNIT PERBAIKAN FAKTOR KERJA DENGAN KAPASITOR BANK SECARA OTOMATIS – 01

190. PERANCANGAN ALAT UJI DIODE MELALUI PENAMPAKAN GRAFIK KARAKTERISTIK KOMPONEN BERBASIS KOMPUTER – 01

191. PERANCANGAN ALAT STIMULASI PARKIR MODEL LIFT GEDUNG BERTINGKAT BERBASIS KOMPUTER – 01

192. RANCANGAN PROTEKSI PERLENGKAPAN ELEKTRONIK TEGANGAN LEBIH SURYA – 02

193. PERBANDINGAN INTENSITAS PENERANGAN DAN DAYA TAHAN LAMPU ANTARA YANG MENGGUNAKAN RANGKAIAN ELEKTRONIKA DENGAN BALLAST PADA LAMPU TL – 03

196. PERBEDAAN SISTEM RANGKAIAN MEMBALIK ARAH PUTARAN MOTOR TIGA FASA MENGGUNAKAN SISTEM SAKLAR HANDEL DAN KOTRAKTOR TERHADAP EFEKTIVITAS PENGGUNAAN RANGKAIAN – 01

198. SOFTWARE ACCUMARK SEBAGAI ALTERNATIF PEMBUATAN MARKER – 02

199. PENGARUH TINGKAT KEASAMAN ELECTROLYTE TERHADAP ISI (MUATAN) BATTERY – 01

201. PENGATUR LAMPU LALU LINTAS DI PERSIMPANGAN JALAN – 98

202. EKSPERIMEN ALAT PEMANTAU KOTAK POS DENGAN SISTEM DIGITAL – 99

204. WIDEBAND – CDMA SEBAGAI ANTARMUKA PADA UNIVERSAL MOBILE TELCOMUNICATION SYSTEM (UMTS) – 02

205. KINERJA 4 TRANSFORMATOR 20KV/400V DI PT. TRISULA BANTEN TEXTILE MILL CIMAHI – 00

206. KENDALI KECEPATAN MOTOR DC DIGITAL DENGAN MENGGUNAKAN MODULASI LEBAR PULSA – 02

207. PEMANFAATAN KUMPARAN SEBAGAI SENSOR KUAT ARUS LISTRIK BOLAK BALIK SINUSOIDAL – 04

208. AKUISISI DATA TEGANGAN AC MENGGUNAKAN MIKROKONTROLLER AT 89 C 51 – 03

209. GANGGUAN KEBAKARAN PADA INTALASI TEGANGAN LISTRIK RENDAH

210. STUDI PERANCANGAN JARINGAN LISTRIK INDUSTRI DENGAN BANTUAN PERANGKAT LUNAK DESA – 03

211. MOTOR LISTRIK 3 PHASE SEBAGAI PENGGERAK ELEVATOR DI NATOUR GARUDA HOTEL – 02

212. PENERAPAN METODE AKSES JAMAK PEMBAGIAN SANDI UNTUK SISTEM OPERASI PADA SISTEM KOMUNIKASI BERGERAK SELUL OF DIGITAL – 97

314. MOBILITAS IPV6 – 04

215. PERANCANGAN SISTEM PENSINYALAN BERBASIS MIKROKONTROLER AT 89 C SI – 04

217. STUDI PENGGUNAAN LYDT SEBAGAI ELEMEN MASUKAN BAGI SISTEM INSTRUMENTASI SUDU HANTAR DI PLTA SENGGURUH – 94

218. ANALISIS PEMBEBANAN TAK SEIMBANG PADA TRANSFORMATOR DISTRIBUSI TIGA FASA DENGAN KOMPONEN SIMETRIS – 94

219. ANALISIS PERHITUNGAN DAYA TERPASANG UNTUK JARINGAN DISTRIBUSI TENAGA LISTRIK DI DESA KARANGREJO KAB. BLITAR SAMPAI LIMA TAHUN MENDATANG – 95

220. AKUISISI DATA TEGANGAN AC MENGGUNAKAN MIKROKONTROLER AT 89 C SI – 03

221. PENGGUNAAN PHASE LOCKED LOOP UNTUK PENGATURAN KECEPATAN MOTOR DC SHUNT 1 KW 220 VOLT – 93

222. ANALISIS DAERAH CAKUPAN RADIO AKSES ULTRAPHONE DENGAN STUDI KASUS DAERAH BASE STATION UJUNG PANDANG – 99

223. INTEGRASI APLIKASI PERBANKAN MENGGUNAKAN J.2 EE (JAVA TO ENTERPRISE EDITION) APLIKSI SERVER – 05

224. PENERAPAN TAPIS KALMAN UNTUK MENGHAPUS INTERFERENSI DERAU HARMONIK – 98

225. PEGGUNAAN KOMUNIKASI ANTAR PLC UNTUK MENGENDALIKAN POSISI MOTOR DC DENGAN MENGIMPLEMENTASIKAN KENDALI LOGIKA FUZZY – 01

226. PERENCANGAN PROGRAMMABLE LOGIC CONTROLLER DALAM PROSES PENGISIAN UBAT SIRUP DALAM INDUSTRI FARMASI – 03

ini juga ada judul-judul buat teman-teman kedokteran,semoga bisa membantu buat referensi judul anda…

1. DAYA ANTIHELMINTIK EKSTRAK TEMU KUNCI (BOESEN BERGHIA PANDURABI, ROXB) TERHADAP ASCARIDIA

GALLI SECARA IN VITRO (2000)
2. PENGARUH STRESSOR PSIKOSOSIAL TERHADAP DEPRESI PADA TENAGA KERJA WANITA SEKTOR INDUSTRI

TEKSTIL DI KOTAMADYA YK (1997)
3. KEANEKARAGAMAN GENETIK AEDES ALBOPICTUS SKUSE (DIPTERA : CULICIADE) VEKTOR DENGUE DAN

RESPONNYA TERHADAP MATION DAN TEMEFOS (2004)
4. PENGARUH EKSTRAK KOPI TERHADAP AKTIVITAS BLATTA SP DAN PERIPLANETTA SP DI LABORATORIUM

(1996)
5. PENATALAKSANAAN KASUS-KASUS INFERTILITAS DI RSUD DR. SARDJITO TAHUN 1987/1988 SUATU

PENELITIAN DESKRIPTIF DI LABORATORIUM ILMU KEBIDANAN DAN PENYAKIT KANDUNGAN
6. TEST FAAL HATI SEBAGAI PEMERIKSAAN PENUNJANG PADA PENYAKIT HATI MENAHUN DI RSUD DR.

SARDJITO YK (1989)
7. KORELASI ANTARA BERAT HAIT DAN BERAT BADAN SAPI BALI JANTAN UMUR 1,5-2 TAHUN DI KAB.

KOLAKA SULTRA (2001)
8. PERBANDINGAN KEPARAHAN MALOKLUSI DAN KEBUTUHAN PERAWATAN ORTODONTIK DENGAN MENGGUNAKAN

DENTAL AESTHETIC INDEX PADA REMAJA JAWA DAN CINA DI KOTA YK (2001)
9. DAYA ANTIBAKTERI EKSTRAK BUAH MAHKOTA DEWA (PHALERIA MCROTARPA (SCHIFF) BOERL) TERHADAP

PERTUMBUHAN BAKTERI STREPTOKOKUS ALFA SEBAGAI ALTERNATIF BAHAN STERILISASI SALURAN AKAR

(KAJIAN IN VITRO) (2002)
10. DAYA ANTIBAKTERI EKSTRAK BUAH MAHKOTA DEWA (PHALERIA MCROTARPA (SCHIFF) BOERL) TERHADAP

PERTUMBUHAN BAKTERI STREPTOKOKUS ALFA SEBAGAI ALTERNATIF BAHAN STERILISASI SALURAN AKAR

(KAJIAN IN VITRO) (2002)
11. KOSONG
12. DAYA ANTIBAKTEI BAHAN IRIGASI SALURAN AKAR SODIUM HIPOKLORIT 5,25% AN LIDOKAIN HCL 2%

YANG MENGANDUNG ANDRENALIN TERHADAP ENTEROCOCCUS FAECALIS 9KAJIAN IN VITRO) (2003)
13. PENGARUH CARA TRITURASI AMALGAM TERHADAP KEBOCORAN MIKRO RESTORASI KAVITAS KELAS I

AMALGAM (KAJIAN IN VITRO) (2003)
14. PERBANDINGAN NILAI FREKUENSI DENYUT JANTUNG DAN PULSUS BURUNG MERPATI (COLUMBA LIVIA)

SELAMA TERANESTESI DENGAN KETAMIN HIDROKLORIDA, KOMBINASI XYLAZIN KETAMIN HIDROKLORIDA DAN

DIAZEPAM-KETAMIN HIDROKLORIDA (2005)
15. PERBANDINGAN NILAI FREKUENSI DENYUT JANTUNG DAN PULSUS BURUNG MERPATI (COLUMBA LIVIA)

SELAMA TERANESTESI DENGAN KETAMIN HIDROKLORIDA, KOMBINASI XYLAZIN KETAMIN HIDROKLORIDA DAN

DIAZEPAM-KETAMIN HIDROKLORIDA (2005)
16. PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK AIR DAUN SALAM (EUGENNIA POLYANTHA W) TERHADAP KADAR

KOLESTEROL SERUM TERHADAP TIKUS PUTIH (1999)
17. FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP PENURUNAN AKTIVITAS FISIK DASAR DAN INSTRUMEN

PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 USIA LANJUT DI RSUD DR. SARDJITO (2005)
18. MANAJEMEN STROK ISKEMIK AKUT (1999)
19. ANGIOGENESIS DAN PROGRESIFITAS KARSIPITAS KARSINOMA NASOFARINGS (2004)
20. PERBEDAAN RATA-RATA INTELEGENSI (IQ) DAN PRESTASI BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR YANG

MENDERITA DAN TIDAK MENDERITA GONDOK DI DAERAH ENDEMIX GAXI BERAT KEC. CANGKRINGAN KAB.

SLEMAN (2005)
21. KEKUATAN GESER PEREKATAN BRAKET LOGAM PADA PERMUKAAN PORSELIN GIGI YANG DIKASARKAN

SECARA MANULA MENGGUNAKAN GRINDING STRIP DI IKUTI ETSA APF 1,123% (2005)
22. PERBANDINGAN KEKUATAN GESER BRAKET REKAT ULANG DENGAN DUA MACAM TEKNIK PEMBERSIHAN BAHAN

PEREKAT (2005)
23. PERBANDINGAN KEKUATAN GESER DAN TARIK ANTARA PEREKATAN BRAKET SERAMIK DENGAN SELF

ETCHING PRIMER DAN RESIN KOMPOSIT ETSA AKTIVITASI SINAR (2005)
24. PERBANDINGAN KEKUATAN PEREKATAN ANTARA BRAKET KOMPUSIT DAN BRAKET LOGAM PADA GIGI

MENGGUNAKAN SEMEN IONOMER KACA POLIMERISASI SINAR (2003)
25. PERBANDINGAN BESAR GAYA GESEK KAWAT BUSUR SEGI EMPAT NIRKARAT PADA BRAKET LOGAM ANTARA

TEKNIK LIGASI LIGATUR KAWAT DAN ELASTOMER (2005)
26. PENGARUH AMALGAM TERHADAP PELEPASAN ION NIKEL KAWAT BUSUR OTRTODONTIK CEKAT AUSTRALIA

DAN NIKEL TITANIUM (STUDI LABORATORIS PADA LINGKUNGAN SALIVA TIRUAN PH NORMAL) – 05
27. PENGARUH DISKREDASI UKURAN GIGI TERHADAP OKLUSI SETELAH PERAWATAN ORTODONTIK DENGAN

PENCABUTAN 4 GIGI PREMOLAR PERTAMA (PENDEKATAN ANALISIS BLTON DAN 6 KUNCI OKLUSI ADRESUS) –

05
28. KEKUATAN GESER PEREKATAN BRAKET LOGAM PADA PERMUKAAN PORSELIN GIGI YANG DIKASARKAN

SECARA MANUAL MENGGUNAKAN GRINDING STRIP DI IKUTI ETSA APF 1,123% PENELITIAN EKSPERIMENTAL

LABORATORIS – 05
29. KEKUATAN PERLEKATAN GESER DAN TARIK SEMEN IONOMER KACA MODIFIKASI SEBAGAI BAHAN PEREKAT

BRAKET BEGG LOGAM DENGAN DAN TAMPA ETSA (PENELITIAN EKSPERIMENTAL LABORATORIS) – 02
30. PERBEDAAN KEKUATAN GESER DAN TARIK BRAKET BEGG LOGAM YANG DILEKATKAN MEMAKAI BAHAN

PEREKAT AKTIFAI KIMIAWI YANG MENGANDUNG FLUORID DAN YANG TIDAK MENGANDUNG FLUROID – 01
31. PENGARUH KONTAMINASI SALIVA PADA PEREKATAN RESIN KOMPOSIT HIDROFILIK DENGAN AKTIVASI

SINAR TAMPAK TERHADAP KEKUATAN GESER DAN TARIK BEGG LOGAM – 05
32. PENGARUH WAKTU PERENDAMAN DALAM SALIVA BUATAN TERHADAP PELEPASAN ION KAWAT AUSTRALIA

(KAJIAN LABORATORIS IN VITRO) (2005)
33. PERBANDINGAN KEKUATAN GESER BRAKET KERAMIK RETENSI MEKANIS REKAT ULANG DENGAN DUA TEKNIK

PEMBERSIHAN BAHAN PEREKAT (2005)
34. PENGARUH PENAMBAHAN KLOREKSIDIN ASETAN 2% PADA BAHAN PEREKAT IONOMER KACA UNTUK WAKTU

PELEKATAN 30 MENIT DAN 24 JAM TERHADAP KEKUATAN TARIK BRAKET ORTODONTIK (2002)
35. PERBANDINGAN KEKUATAN GESER DAN TARIK ANTARA BRAKET LOGAM DENGAN BRAKET SERAMIK SISTEM

PELEKATAN LANGSUNG MENGGUNAKAN KOMPOSIT AKTIVASI SINAR TAMPAK (2002)
36. PERBEDAAN KELARUTAN GUTA PERCA DALAM BAHAN PELARUT KLOROFORM DAN BAHAN PELARUT XILENA

SEBAGAI BAHAN PENGISI SALURAN AKAR GIGI (2000)
37. PERAWATAN ORTODONSI SETALAH SURGICAL EKSPOSURE PADA GIGI INSISIVUS SENTRALIS RAHANG ATAS

YANG MENGALAMI INFEKSI DENGAN POSISI ERUPSI TERBALIK PADA ANAK (LAPORAN KHUSUS) (2005)
38. KTI HBU. MAKANAN SELINGAN TERHADAP KARIES GIGI PADA SISWA SDN KADIPIRO I BANTUL (2006)
39. KTI GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG MAKANAN KARIOGENIK TERHADAP KARIES PADA SISWA

KELAS IV SD PETINGGEN I YK (2004)
40. KTI FAKTOR PENYEBAB PENGERASAN AMALGAM TERLALU LAMA (2001)
41. KTI PENGARUH MAKANAN MENGANDUNG ENERGI DAN PROTEIN TERHADAP PERTUMBUHAN GIGI SUSU ANAK

BALITA USIA 30 BULAN DI POSYANDU PUSKESMAS DEPOK YK (2003)
42. KTI PERBEDAAN SKOR PLAK DENGAN MENYIKAT GIGI MENGGUNAKAN BULU JENIS SOFT DAN MEDIUM PADA

ANAK UMUR 10-13 TH DI SDN KAYI MOJO YK (2004)
43. PENGARUH POLA MAKAN 4 SEHAT 5 SEMPURNA DAN KETERATURAN MAKAN TERHADAP ANGKA KARIES GIGI

PADA ANAK USIA PRA SEKOLAH DI TK NEGERI II YK (2003)
44.KTI PENGARUH UPAYA KESEHATAN OLEH GURU TERHADAP TINGKAT KEBERSIHAN GIGI DAN MULUT SISWA

UMUR 10-12 TAHUN DI SD JUMENENGAN KIDUL WILAYAH KERJA PUSKESMA MLATI II SLEMAN (2003)
45.KTI PENGARUH PADA MAKAN TERHADAP ANGKA KARIES PADA ANAK TK ABA SLEMAN UMUR 4-5 TAHUN DI

WILAYAH KERJA PUSKESMAS SLEMAN (2003)
46. HUB. MAKAN SELINGAN TERHADAP ANGKA KARIES GIGI PADA SISWA SEKOLAH DASAR ISLAM TERPADU

HIDAYATULLOH KEC. NGAGLIK SLEMAN
47. KTI PERBEDAAN SKOR PLAK DENGAN MENYIKAT GIGI MENGGUNAKAN BULU JENIS SOFT DAN MEDIUM PADA

ANAK UMUR 10-13 TH DI SDN KAYI MOJO YK (2004)
48. TEKNIK PEMERIKSAAN SINUS PARANASOL DI INSTALASI RADIOLOGI RSUD KARANGANYAR
49. PEMBERIAN OBAT TUNGGAL DAN KOMBINASI PADA PASIEN DIABETES MELITUS RAWAT JALAN DAN RAWAT

INAP DI RSUD PKU MUHAMMADIYAH YK PERIODE 1 JANUARI 05 – 31 DESEMBER 02 (2006)
50 . FAKTOR RESIKO PADA PASIEN HIPERTENSI YANG DIRAWAT DI BANGSAL KELAS III RSU PKU MUH YK

(2006)
51. EFEK NYERI AKUT PASKA PEMBEDAAN TERHADAP KUALITAS HIDUP YANG DIPENGARUHI KESEHATAN

(2004)
52. KTI HUB. ANTARA DEPRESI DENGAN PENYALAHGUNAAN OBAT PADA SANTRI
53. KTI PENCEGAHAN KARIES BARU PADA ANAK BERDASARKAN URUTAN FAKTOR RESIKO DAN REKOMENDASI

DARI KARIOGRAM IBU DAN ANAK (2005)
54. HUB. STATUS KEBERSIHAN MULUT DAN KESEHATAN GINGRUVA DENGAN RASA PERCAYA DIRI PASIEN DI

BAGIAN PERIODENSIA (1999)

1. Hubungan status gizi dan ketebalan jaringan lunak profil muka : kajian setalometri

ronsenografik pada mahasiswa

2. Analisis eksternal dan internal pada pengembangan pelayanan gawat darurat untuk menjadi

unggulan RSU FK UKI

3.Perbedaan hasil maksimum antara metode one-variable at time dan metode respon permukaan

pada penelitian eksperimental laboratories kedokteran gigi

4.Kolaborasi penulis artikel yang dimuat pada Geneeskundigtijdschrift voor Nederlandsch

Indie, 1931-1939, Journal of Indonesian Medical Association, 1951-1959, Majalah kedokteran

Indonesia, 1981-1989

5.Pengelolaan klinik kerja mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran dalam

rangka menyediakan tenaga dokter gigi : studi evaluatif tentang pelaksanaan standar klinik

kerja mahasiswa

6.Pengaturan hukum upaya penanggulangan risiko pada dokter dan pasien dalam penggunaan alat

kedokteran canggih

7.Analisis ketersediaan tenaga dokter sebagai pertimbangan pendirian fakultas kedokteran di

Provinsi Papua

8.Pengaruh strategi instruksional dan jenis kelamin mahasiswa kedokteran terhadap prestasi

belajar etik kedokteran : eksperimen di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya

1987

9.Analisis kepuasan pelanggan jasa pelayanan kesehatan gigi dan mulut : studi kasus pada

rumah sakit gigi dan mulut Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia Jakarta

10.Analisis kepuasan pelanggan jasa pelayanan kesehatan gigi dan mulut : studi kasus pada

Rumah Sakit Gigi dan Mulut Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia, Jakarta

1. DAYA ANTIHELMINTIK EKSTRAK TEMU KUNCI (BOESEN BERGHIA PANDURABI, ROXB) TERHADAP

ASCARIDIA GALLI SECARA IN VITRO (2000)
2. PENGARUH STRESSOR PSIKOSOSIAL TERHADAP DEPRESI PADA TENAGA KERJA WANITA SEKTOR

INDUSTRI TEKSTIL DI KOTAMADYA YK (1997)
3. KEANEKARAGAMAN GENETIK AEDES ALBOPICTUS SKUSE (DIPTERA : CULICIADE) VEKTOR DENGUE DAN

RESPONNYA TERHADAP MATION DAN TEMEFOS (2004)
4. PENGARUH EKSTRAK KOPI TERHADAP AKTIVITAS BLATTA SP DAN PERIPLANETTA SP DI LABORATORIUM

(1996)
5. PENATALAKSANAAN KASUS-KASUS INFERTILITAS DI RSUD DR. SARDJITO TAHUN 1987/1988 SUATU

PENELITIAN DESKRIPTIF DI LABORATORIUM ILMU KEBIDANAN DAN PENYAKIT KANDUNGAN
6. TEST FAAL HATI SEBAGAI PEMERIKSAAN PENUNJANG PADA PENYAKIT HATI MENAHUN DI RSUD DR.

SARDJITO YK (1989)
7. KORELASI ANTARA BERAT HAIT DAN BERAT BADAN SAPI BALI JANTAN UMUR 1,5-2 TAHUN DI KAB.

KOLAKA SULTRA (2001)
8. PERBANDINGAN KEPARAHAN MALOKLUSI DAN KEBUTUHAN PERAWATAN ORTODONTIK DENGAN MENGGUNAKAN

DENTAL AESTHETIC INDEX PADA REMAJA JAWA DAN CINA DI KOTA YK (2001)
9. DAYA ANTIBAKTERI EKSTRAK BUAH MAHKOTA DEWA (PHALERIA MCROTARPA (SCHIFF) BOERL)

TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI STREPTOKOKUS ALFA SEBAGAI ALTERNATIF BAHAN STERILISASI SALURAN

AKAR (KAJIAN IN VITRO) (2002)
10. DAYA ANTIBAKTERI EKSTRAK BUAH MAHKOTA DEWA (PHALERIA MCROTARPA (SCHIFF) BOERL)

TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI STREPTOKOKUS ALFA SEBAGAI ALTERNATIF BAHAN STERILISASI SALURAN

AKAR (KAJIAN IN VITRO) (2002)
11. DAYA ANTIBAKTEI BAHAN IRIGASI SALURAN AKAR SODIUM HIPOKLORIT 5,25% AN LIDOKAIN HCL 2%

YANG MENGANDUNG ANDRENALIN TERHADAP ENTEROCOCCUS FAECALIS 9KAJIAN IN VITRO) (2003)
12. PENGARUH CARA TRITURASI AMALGAM TERHADAP KEBOCORAN MIKRO RESTORASI KAVITAS KELAS I

AMALGAM (KAJIAN IN VITRO) (2003)
13. PERBANDINGAN NILAI FREKUENSI DENYUT JANTUNG DAN PULSUS BURUNG MERPATI (COLUMBA LIVIA)

SELAMA TERANESTESI DENGAN KETAMIN HIDROKLORIDA, KOMBINASI XYLAZIN KETAMIN HIDROKLORIDA DAN

DIAZEPAM-KETAMIN HIDROKLORIDA (2005)
14. PERBANDINGAN NILAI FREKUENSI DENYUT JANTUNG DAN PULSUS BURUNG MERPATI (COLUMBA LIVIA)

SELAMA TERANESTESI DENGAN KETAMIN HIDROKLORIDA, KOMBINASI XYLAZIN KETAMIN HIDROKLORIDA DAN

DIAZEPAM-KETAMIN HIDROKLORIDA (2005)
15. PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK AIR DAUN SALAM (EUGENNIA POLYANTHA W) TERHADAP KADAR

KOLESTEROL SERUM TERHADAP TIKUS PUTIH (1999)
16. FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP PENURUNAN AKTIVITAS FISIK DASAR DAN INSTRUMEN

PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 USIA LANJUT DI RSUD DR. SARDJITO (2005)
17. MANAJEMEN STROK ISKEMIK AKUT (1999)
18. ANGIOGENESIS DAN PROGRESIFITAS KARSIPITAS KARSINOMA NASOFARINGS (2004)
19. PERBEDAAN RATA-RATA INTELEGENSI (IQ) DAN PRESTASI BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR YANG

MENDERITA DAN TIDAK MENDERITA GONDOK DI DAERAH ENDEMIX GAXI BERAT KEC. CANGKRINGAN KAB.

SLEMAN (2005)
20. KEKUATAN GESER PEREKATAN BRAKET LOGAM PADA PERMUKAAN PORSELIN GIGI YANG DIKASARKAN

SECARA MANULA MENGGUNAKAN GRINDING STRIP DI IKUTI ETSA APF 1,123% (2005)
21. PERBANDINGAN KEKUATAN GESER BRAKET REKAT ULANG DENGAN DUA MACAM TEKNIK PEMBERSIHAN

BAHAN PEREKAT (2005)
22. PERBANDINGAN KEKUATAN GESER DAN TARIK ANTARA PEREKATAN BRAKET SERAMIK DENGAN SELF

ETCHING PRIMER DAN RESIN KOMPOSIT ETSA AKTIVITASI SINAR (2005)
23. PERBANDINGAN KEKUATAN PEREKATAN ANTARA BRAKET KOMPUSIT DAN BRAKET LOGAM PADA GIGI

MENGGUNAKAN SEMEN IONOMER KACA POLIMERISASI SINAR (2003)
24. PERBANDINGAN BESAR GAYA GESEK KAWAT BUSUR SEGI EMPAT NIRKARAT PADA BRAKET LOGAM ANTARA

TEKNIK LIGASI LIGATUR KAWAT DAN ELASTOMER (2005)
25. PENGARUH WAKTU PERENDAMAN DALAM SALIVA BUATAN TERHADAP PELEPASAN ION KAWAT AUSTRALIA

(KAJIAN LABORATORIS IN VITRO) (2005)
26. PERBANDINGAN KEKUATAN GESER BRAKET KERAMIK RETENSI MEKANIS REKAT ULANG DENGAN DUA

TEKNIK PEMBERSIHAN BAHAN PEREKAT (2005)
27. PENGARUH PENAMBAHAN KLOREKSIDIN ASETAN 2% PADA BAHAN PEREKAT IONOMER KACA UNTUK WAKTU

PELEKATAN 30 MENIT DAN 24 JAM TERHADAP KEKUATAN TARIK BRAKET ORTODONTIK (2002)
28. PERBANDINGAN KEKUATAN GESER DAN TARIK ANTARA BRAKET LOGAM DENGAN BRAKET SERAMIK SISTEM

PELEKATAN LANGSUNG MENGGUNAKAN KOMPOSIT AKTIVASI SINAR TAMPAK (2002)
29. PERBEDAAN KELARUTAN GUTA PERCA DALAM BAHAN PELARUT KLOROFORM DAN BAHAN PELARUT XILENA

SEBAGAI BAHAN PENGISI SALURAN AKAR GIGI (2000)
30. PERAWATAN ORTODONSI SETALAH SURGICAL EKSPOSURE PADA GIGI INSISIVUS SENTRALIS RAHANG

ATAS YANG MENGALAMI INFEKSI DENGAN POSISI ERUPSI TERBALIK PADA ANAK (LAPORAN KHUSUS) (2005)
31. KTI HBU. MAKANAN SELINGAN TERHADAP KARIES GIGI PADA SISWA SDN KADIPIRO I BANTUL (2006)
32. KTI GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG MAKANAN KARIOGENIK TERHADAP KARIES PADA SISWA

KELAS IV SD PETINGGEN I YK (2004)
33. KTI FAKTOR PENYEBAB PENGERASAN AMALGAM TERLALU LAMA (2001)
34. KTI PENGARUH MAKANAN MENGANDUNG ENERGI DAN PROTEIN TERHADAP PERTUMBUHAN GIGI SUSU ANAK

BALITA USIA 30 BULAN DI POSYANDU PUSKESMAS DEPOK YK (2003)
35. KTI PERBEDAAN SKOR PLAK DENGAN MENYIKAT GIGI MENGGUNAKAN BULU JENIS SOFT DAN MEDIUM

PADA ANAK UMUR 10-13 TH DI SDN KAYI MOJO YK (2004)
36. PENGARUH POLA MAKAN 4 SEHAT 5 SEMPURNA DAN KETERATURAN MAKAN TERHADAP ANGKA KARIES

GIGI PADA ANAK USIA PRA SEKOLAH DI TK NEGERI II YK (2003)
37. KTI PENGARUH UPAYA KESEHATAN OLEH GURU TERHADAP TINGKAT KEBERSIHAN GIGI DAN MULUT

SISWA UMUR 10-12 TAHUN DI SD JUMENENGAN KIDUL WILAYAH KERJA PUSKESMA MLATI II SLEMAN (2003)
38. KTI PENGARUH PADA MAKAN TERHADAP ANGKA KARIES PADA ANAK TK ABA SLEMAN UMUR 4-5 TAHUN

DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SLEMAN (2003)
39. HUB. MAKAN SELINGAN TERHADAP ANGKA KARIES GIGI PADA SISWA SEKOLAH DASAR ISLAM TERPADU

HIDAYATULLOH KEC. NGAGLIK SLEMAN
40. KTI PERBEDAAN SKOR PLAK DENGAN MENYIKAT GIGI MENGGUNAKAN BULU JENIS SOFT DAN MEDIUM

PADA ANAK UMUR 10-13 TH DI SDN KAYI MOJO YK (2004)
41. TEKNIK PEMERIKSAAN SINUS PARANASOL DI INSTALASI RADIOLOGI RSUD KARANGANYAR
42. PEMBERIAN OBAT TUNGGAL DAN KOMBINASI PADA PASIEN DIABETES MELITUS RAWAT JALAN DAN

RAWAT INAP DI RSUD PKU MUHAMMADIYAH YK PERIODE 1 JANUARI 05 – 31 DESEMBER 02 (2006)
43. FAKTOR RESIKO PADA PASIEN HIPERTENSI YANG DIRAWAT DI BANGSAL KELAS III RSU PKU MUH YK

(2006)
44. EFEK NYERI AKUT PASKA PEMBEDAAN TERHADAP KUALITAS HIDUP YANG DIPENGARUHI KESEHATAN

(2004)
45. KTI HUB. ANTARA DEPRESI DENGAN PENYALAHGUNAAN OBAT PADA SANTRI
46. KTI PENCEGAHAN KARIES BARU PADA ANAK BERDASARKAN URUTAN FAKTOR RESIKO DAN REKOMENDASI

DARI KARIOGRAM IBU DAN ANAK (2005)
47. HUB. STATUS KEBERSIHAN MULUT DAN KESEHATAN GINGRUVA DENGAN RASA PERCAYA DIRI PASIEN DI

BAGIAN PERIODENSIA (1999)


Assalamu’alaikum…

November 14, 2008

Alhamdulillah….

Alhamdulillah….

Alhamdulillah….

Selamat datang semuanya di blog saya ini,masih belum isi apa2 sih cuma beberapa profilku…

Mungkin beberapa minggu kedepan saya bisa mengisi blog ini dengan hal-hal yang bermanfaat tentunya bagi kita semua.doain aja ya……tQ